PARIS – Petenis tunggal putra, Rafael Nadal, mempertahankan dominasinya di turnamen Prancis Open 2019. Pria berkebangsaan Spanyol itu masih sulit ditaklukkan di lapangan tanah liat Roland Garros, Paris, pada Final Prancis Open 2019, Minggu 9 Juni malam WIB.
Serangkaian cedera mengganggu Rafael Nadal sehingga hanya mampu mengikuti tiga turnamen tenis sepanjang 2019. Namun, pria berusia 33 tahun itu yang dijuluki Si Raja Tanah Liat masih terlalu tangguh buat Dominic Thiem.
Nadal menjalani operasi lutut pada November 2018 setelah terpaksa mengakhiri turnamen Grand Slam Amerika Serikat (AS) Open lebih cepat pada September. Ia baru kembali memegang raket ketika mengikuti Grand Slam Australia Open 2019, tetapi kalah di final dari Novak Djokovic.
(Baca juga: Kembali Capai Final Prancis Open, Nadal: Ini Sangat Istimewa)
Tak pelak, kemenangan 6-3, 5-7, 6-1, dan 6-1, atas Dominic Thiem membuatnya sangat bahagia. Rafael Nadal mengaku harus mengubah mentalitasnya selama cedera sehingga dapat berada di level teratas ketika pulih.
“Saya mengalami banyak masalah. Jadi, beberapa pekan terakhir terasa sangat spesial. Satu kemungkinan adalah berhenti sementara dan memulihkan tubuh. Kemungkinan lainnya adalah untuk mengubah mental dan sikap secara drastis. Saya bisa mengubahnya dan berjuang untuk setiap peningkatan yang mampu saya buat,” ucap Rafael Nadal, mengutip dari BBC, Senin (10/6/2019).
“Saya kehilangan sedikit energi karena mengalami banyak masalah secara beruntun. Sangat sulit rasanya ketika Anda diterpa masalah satu per satu. Secara mental, saya tidak menikmatinya. Saya terlalu khawatir soal kesehatan dan sejujurnya, saya menyikapinya dengan negatif,” imbuh petenis putra berperingkat dua dunia tersebut.
Gelar juara di Prancis Open 2019 membuat total kemenangannya di turnamen Grand Slam menjadi 18 buah. Rafael Nadal butuh tiga gelar juara Grand Slam lainnya untuk menggusur Roger Federer sebagai petenis putra terbaik sepanjang masa yang sudah mengoleksi total 20 piala.
(Fetra Hariandja)