“Formula 1, FIA (Federasi Balap Mobil Internasional), dan Automobile Club Monaco, serta 10 tim mengundang semua penonton yang hadir untuk menghormati pemenang Grand Prix pada 1975 dan 1976 dengan caranya sendiri,” bunyi pernyataan resmi F1, mengutip dari Crash, Minggu (26/5/2019).
“Mereka bisa memakai topi berwarna merah, menunjukkan tulisan di spanduk, atau cukup memberi tepuk tangan tanda penghormatan. Kami beserta para pembalap akan mengheningkan cipta untuk mengenang mendiang Niki Lauda,” tutup pernyataan resmi tersebut.
Juara dunia F1 tiga kali tersebut diduga meninggal akibat masalah pada paru-parunya. Niki Lauda memang menderita masalah paru-paru sejak mengalami kecelakaan di F1 GP Jerman 1976 di Sirkuit Nurburgring yang membuatnya menderita luka bakar permanen serta gangguan pernapasan.
(Andika Pratama)