“Saya harus melakukan start yang bagus, masalahnya start kami sangat buruk dengan Honda musim ini. Kami benar-benar kesulitan di aspek tersebut,” tutur Cal Crutchlow, mengutip dari Crash, Minggu (31/3/2019).
“Saat start kami 0,2-0,3 detik lebih lambat ketika dipacu dari 0-200 kilometer per jam. Jadi, saya mungkin butuh sebuah roket. Apalagi, jarak dari start ke tikungan pertama sangat pendek,” imbuh pembalap berusia 33 tahun itu.
Crutchlow merupakan pemenang MotoGP Argentina 2018. Hasil tersebut cukup mengejutkan mengingat pembalap bernomor motor 35 itu start dari posisi 10. Kemenangan di Argentina bukan tidak mungkin terulang meski cukup sulit diraih bagi sang pembalap.
(Fetra Hariandja)