Ketika Michelin melakukan tes pada 2015, sirkuit diguyur hujan. Pada MotoGP Argentina 2018, balapan harus ditunda karena hujan jelang start. Situasi tersebut menyulitkan Michelin untuk mendapat data berguna ketika sirkuit dalam keadaan kering, sesuai ramalan cuaca akhir pekan mendatang.
“Sirkuit itu menjadi semacam musuh besar bagi Michelin sejak kami kembali ke MotoGP. Saat tes 2015 sirkuit diguyur hujan. Ketika lomba pada tiga tahun terakhir kami selalu mengalami cuaca yang tidak bersahabat sehingga sulit menilai performa ban secara maksimal,” tutur Piero Taramasso, mengutip dari Crash, Selasa (26/3/2019).
“Kami harus menggunakan pengetahuan tentang performa ban berdasarkan sirkuit lain yang punya karakter mirip dengan Termas guna memilih kompon yang tepat. Kami menyimpulkan ban belakang asimetris adalah solusinya,” pungkas pria berkebangsaan Italia tersebut.
(Fetra Hariandja)