“Jika saya pernah melihat Valentino (Rossi) berkecil hati? Tidak, saya tidak akan mengatakan sama sekali, bahkan di musim seperti 2018 di mana banyak kesulitan yang didapatnya, dia (Rossi) selalu berhasil menjadi positif dalam situasi seperti itu. Dia menerima semuanya dan bahkan lebih, itu adalah bagian dari kekuatannya,” ungkap Morbidelli, seperti yang dilansir Tuttomotoriweb, Sabtu (29/12/2018).
MotoGP 2019 jadi ajang yang tepat untuk Rossi bangkit dari keterpurukan pada musim lalu. Target utama Rossi tentu saja untuk meraih kemenangan perdana sejak menjadi yang tercepat pada MotoGP Belanda 2017.
Sejak kemenangan di Belanda pada 2017, praktis Rossi belum mampu untuk menjadi pembalap tercepat di lintasan mana pun. Hal itu menjadi noda untuk predikat legenda MotoGP yang dimiliki pembalap asal Italia tersebut.
Untuk membersihkan noda tersebut, maka kemenangan pada salah satu seri MotoGP 2019 akan menjadi solusi yang tepat. Setelah meraih kemenangan, Rossi harus bisa tampil konsisten agar bisa mewujudkan tujuan utamanya, yakni bersaing untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2019.
(Andika Pratama)