ARAGON – Pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, mengakui kalau MotoGP musim 2018 tidak berjalan baik untuknya. Namun, segala pengalaman, buruk maupun baik, menjadi sebuah pelajaran berharga untuknya pada tahun penuh kedua bersama Yamaha.
Walau begitu, Vinales mengatakan dirinya berada di bawah tekanan selama memperkuat Yamaha. Sebab, pabrikan asal Iwata, Jepang, itu merekrutnya untuk memenangkan gelar juara dunia MotoGP, bukan hanya untuk sekedar finis ke-10.
(Baca juga: Rossi: Vinales Tidak Beruntung dengan Yamaha)
Sebagaimana diketahui, Vinales pindah dari Suzuki ke Yamaha pada 2017. Selama memperkuat pabrikan berlogo garpu tala itu, pembalap berusia 23 tahun tersebut sudah menyabet tiga kemenangan, yakni di Qatar, Argentina, dan Prancis yang semuanya terjadi pada 2017. Musim ini, ia masih paceklik kemenangan.
“Sejujurnya saya berada di bawah tekanan bersama Yamaha. Saya direkrut untuk memenangi balapan. Saya ada di sini untuk bertarung memperebutkan kemenangan dan podium, bukan untuk finis di posisi ke-10,” tukas Maverick Vinales, dilansir dari Speedweek, Rabu (19/9/2018).
“Musim ini membuat saya frustrasi karena sudah bekerja keras tetapi belum menemukan solusi terbaik. Saya tidak sabar dan ingin semua segera selesai. Dalam hal ini, saya belajar banyak di 2018 dan menjadi lebih sabar. Saya tahu harus terus bekerja secara konsisten bahkan bila hasilnya tidak sesuai harapan,” imbuh pria berjuluk Top Gun itu.
Vinales mengakui kalau pelajaran yang dipetiknya pada musim MotoGP 2018 itu akan berguna untuk masa depan. Ia yakin harus bisa lebih kuat dalam situasi sulit serta saat menghadapi berbagai masalah bertubi-tubi seperti yang menimpa Yamaha.
(Fetra Hariandja)