“Sejujurnya saya berada di bawah tekanan bersama Yamaha. Saya direkrut untuk memenangi balapan. Saya ada di sini untuk bertarung memperebutkan kemenangan dan podium, bukan untuk finis di posisi ke-10,” tukas Maverick Vinales, dilansir dari Speedweek, Rabu (19/9/2018).
“Musim ini membuat saya frustrasi karena sudah bekerja keras tetapi belum menemukan solusi terbaik. Saya tidak sabar dan ingin semua segera selesai. Dalam hal ini, saya belajar banyak di 2018 dan menjadi lebih sabar. Saya tahu harus terus bekerja secara konsisten bahkan bila hasilnya tidak sesuai harapan,” imbuh pria berjuluk Top Gun itu.
Vinales mengakui kalau pelajaran yang dipetiknya pada musim MotoGP 2018 itu akan berguna untuk masa depan. Ia yakin harus bisa lebih kuat dalam situasi sulit serta saat menghadapi berbagai masalah bertubi-tubi seperti yang menimpa Yamaha.
(Fetra Hariandja)