Sementara itu, Repsol Honda juga membuka kemungkinan untuk mencarikan tandem anyar bagi Marquez untuk MotoGP 2019. Hal itu karena tandem Marquez saat ini, Dani Pedrosa, tak kunjung meraih gelar juara MotoGP, meski sudah bergabung dengan Honda sejak 2006.
Kontrak Pedrosa bersama Honda pun habis akhir musim ini. Ketika Marquez sudah mendapatkan kontrak hingga 2020, masa depan The Little Spaniard –julukan Pedrosa– bersama Honda masih abu-abu.
BACA JUGA: Kata Marquez, Dovizioso, dan Zarco soal Rossi Perpanjang Kontrak
Karena itu, menarik menilik tim mana yang akan dibela Zarco pada MotoGP 2019. Satu hal yang pasti, Zarco lebih tertarik melanjutkan karier bersama tim pabrikan, ketimbang satelit. Hal itu karena Zarco memiliki tekad besar untuk menjuarai ajang MotoGP.
Zarco berpeluang menjadi yang terbaik di adu balap motor paling prestisius itu, asalkan mendapatkan motor yang kompetitif. Ambil contoh di MotoGP 2017. Meski hanya membela tim satelit, Zarco sanggup tiga kali naik podium dan finis di posisi enam klasemen akhir MotoGP 2017 dengan koleksi 174 angka.
(Ramdani Bur)