3 Kali Kecelakaan di MotoGP 2017, Jorge Lorenzo Analisis Performanya Bersama Ducati

Laili Rabiul Awaliah, Jurnalis
Jum'at 01 Desember 2017 21:26 WIB
Jorge Lorenzo (Foto: AFP)
Share :

BOLOGNA – Pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, belum mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama Ducati. Salah satunya track record di MotoGP Valencia yang patah. Sebelumnya saat membela Yamaha, Lorenzo mampu mencatatkan lima kali podium dengan menempati posisi ketiga pada musim 2009 dan juara di musim 2010, 2013, 2015 dan 2016.

Lorenzo mengalami kecelakaan di GP Valencia pada seri ke-18 MotoGP 2017. Juara dunia tiga kali MotoGP itu baru punya pencapaian terbaiknya pada musim 2017 dengan finis ketiga di Jerez. Hal itu membuatnya merasa bangga karena bisa menstabilkan performanya hingga garis akhir.

Tapi setelah sembilan musim mengendarai Yamaha M1, tentu saja bersama Ducati segalanya menjadi berubah. “Biasanya saya tidak banyak crash, tapi saat terjatuh itu sulit,” ujar Lorenzo mengutip dari Tuttomotoriweb, Jumat (01/12/2017)

Lorenzo masih menyesuaikan diri dalam menjinakkan Desmosedici GP17, ia harus mengubah gaya mengemudi untuk menemukan stabilitas di tikungan. Pemilik nomor 99 itu akan berusaha keras menemukan solusi agar cepat ketika menikung sehingga tidak jauh tertinggal di belakang para rival.

Jika melihat performa Ducati, hal serupa juga dialami rekan setimnya, Andrea Dovizioso yang telah jatuh enam kali pada musim ini. Tetapi dibandingkan Marc Marquez, sang juara dunia MotoGP itu lebih sial dengan mengalami 27 kecelakaan. Hasli tersebut membuat Lorenzo harus banyak berpikir.

“Di Ducati sebagian besar saya jatuh di tahap pertama fase pengereman. Hal ini terjadi di Austin dan Valencia. Motor ini sangat stabil saat pengereman, namun bagian depan tidak berhenti, jadi tidak bisa menyeimbangkan,” papar Lorenzo

“Bagi mereka yang menonton saya di TV pasti sulit memahami bahwa saya telah mengubah gaya berkendara dibandingkan dengan Yamaha. Saya merasakan perbedaan, Yamaha jauh lebih stabil saat pengereman. Sebenarnya dari keseluruhan gaya berkendara sama saja karena setiap driver memiliki gayanya sendiri dan tidak mungkin mengubahnya,” tutup pembalap berusia 30 tahun itu.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya