Lapangan sepakbola berukuran 105 x 70 meter ikut melengkapi stadion yang dibangun dengan perjuangan banyak pihak itu. Puncaknya, lebih dari 40 sarjana teknik Indonesia siang malam turun tangan memimpin 12.000 tenaga kerja sipil dan militer yang silih berganti mengisi tiga shift yang ada.
Api. Ya, tiba-tiba saja, pada 23 Oktober 1961 perjuangan dalam membangun stadion nyaris menjadi abu. Percikan apa mendadak menjilat semua bagian stadion tanpa bisa dikendalikan. Kerugian pun mencapai 3% dari biaya yang telah dikeluarkan. Namun, asa Indonesia untuk membangun stadion kebanggaan bangsa tak padam.
Hingga akhirnya, Stadion Utama Senayan berdiri megah dan resmi dibuka pada 24 Juli 1962 dengan keringat serta semangat para putra bangsa yang ingin memajukan Tanah Air. Asian Games 1962 pun sukses digelar dengan 16 negara yang ikut berpartisipasi. Saat itu, Stadion Utama Senayan dikenal sebagai stadion terbesar dan terindah.
(Sumber: Buku Gelora Bung Karno)
(Fetra Hariandja)