Skateistan, Juru Selamat Anak-anak Afghanistan (Bagian I)

Randy Wirayudha, Jurnalis
Rabu 21 Januari 2015 10:53 WIB
Skateistan memberi wadah buat anak-anak Afghanistan jauh dari kekerasan (Foto: Skateistan.org)
Share :

MAZAR-E-SHARIF – Afghanistan sempat dicap lembaga sosial UNICEF, sebagai tempat paling buruk di dunia untuk melahirkan anak-anak. Tapi bukan berarti anak-anak di negeri yang diluluhlantakkan perang itu tak punya harapan yang lebih baik.

Sepanjang 30 tahun terakhir, anak-anak di Afghanistan selalu hidup di tengah-tengah konflik. Mereka terbiasa tumbuh di lingkungan yang keras, rawan pelecehan serta kekerasan dari rezim Taliban.

Namun harapan buat anak-anak di Afghanistan untuk punya kehidupan yang lebih baik, datang ketika “Skateistan” hadir di tengah-tengah mereka, tepatnya di kota terbesar keempat, Mazar-e-Sharif.

Bak “juru selamat”, Skateistan merupakan NGO atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menyediakan wadah khusus, demi menjauhkan anak-anak dari kekerasan di negeri mereka. Caranya, dengan menciptakan role model baru lewat olahraga skateboard.

Hal yang terbilang unik ini mendapati antusiasme besar dari anak-anak Afghanistan di segala usia. Bukan hanya laki-laki, tapi juga untuk anak-anak perempuan. Bahkan, hingga kini anggota mereka sudah mencapai lebih dari 550 anak di Kabul dan Mazar-e-Sharif, di mana 47 persen dari mereka anak perempuan!

Salah satunya Hanifa. Gadis berusia 20 tahun ini sebelumnya merupakan penjual teh di Ibu Kota, Kabul. Kehidupannya setali tiga uang dengan kebanyakan anak-anak perempuan di Afghanistan, di mana mereka sering jadi korban pelecehan.

Hanifa salah satu anak-anak yang ditampung Skateistan

“Ketika saya datang ke Skateistan, hidup saya sangat berubah. Karena ketika saya masih ada di jalanan, orang-orang akan melecehkan saya,” beber Hanifa, seperti disadur Daily Mail, Rabu (21/1/2015).

Hanifa mulai tahu soal Skateistan pada 2010 lalu atau ketika usianya masih 16 tahun. Saat itu, dia tengah berjualan teh ketika melihat sebuah taman skateboard buatan di Kabul. Di saat itu juga, Hanifa mulai bergabung dan kini, dia jadi salah satu skater paling berbakat dan juga mengajarkan skateboard pada anak-anak lain.

“Sekarang kehidupan saya sudah baik, karena saya ada di Skateistan dan saya juga mengajari anak-anak lainnya. Ketika mereka memanggil saya ‘guru’, panggilan itu membuat saya bahagia. Saya pikir dengan menjadi skater yang baik, saya akan menciptakan masa depan saya sendiri yang lebih baik,” tambahnya.

Tidak hanya bermain dan mengasah olahraga skateboard, Skateistan juga punya program amal “Back to School” buat anak-anak Afghanistan yang putus sekolah dan Hanifa sudah menjadi salah satu bagian dari program itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya