BANDUNG- Kemampuan dan skill para atlet Pelatda cabang olahraga anggar Jabar yang akan berlaga di PON XVIII Riau 2012 dalam dua bulan terakhir selama sentralisasi sudah mengalami peningkatan signifikan.
Melihat kondisi ini, Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jabar optimistis dalam PON mendatang, target raihan medali akan tercapai.
Pelatih anggar Jabar, Andi Sukmawan menuturkan, tim atlet pelatda anggar optimistis dalam PON nanti bisa mencapai target. Pasalnya dalam dua bulan terakhir usai menimba ilmu di Gyongsangbuk-do, Korea Selatan (Korsel), kemampuan para atlet terlihat banyak perkembangan.
"Selama dua ini setelah berlatih di Korea Selatan para atlet sudah memperlihatkan peningkatan yang sangat bagus ," ujarnya.
Menurut Andi, selama di Korsel, para atlet Jabar tidak mengikuti kejuaraan atau turnamen anggar. Di sana mereka hanya berlatih tanding bersama dengan atlet-atlet anggar putri andalan di sana.
"Skill dari atlet putri Korsel melebihi kemampuan atlet putra untuk level Indonesia. Mereka memang perempuan, tapi jika tanding layaknya laki-laki," ungkapnya.
Dengan kemampuan para atlet Korsel, lanjut Andi, tidak heran jika pada awal-awal latihan, tim Jabar banyak mengalami kekalahan saat melakukan uji tanding dengan mereka.
Andi menilai, skill tim Korea dapat ditularkan dengan cepat pada tim Jabar. Alhasil, lambat laun tim Jabar bisa mengalahkan tim Korea dalam uji tanding tersebut.
"Kita banyak sparing dengan mereka, keliling daerah yang ada di Korea, terakhir kita berlatih dengan atlet anggar dari Soul," tegasnya.
Kemampuan para atlet juga dinilai Andi tidak terlepas dari dukungan KONI Jabar yang selalu mendorong atlet untuk memetik prestasi.
Untuk itu, dirinya yakin anggar bisa melebihi target medali yang diinginkan KONI Jabar.
"Pada PON ke 18 nanti target dari KONI dua emas, tapi saya optimistis bisa meraih medali lebih dari yang ditargetkan, jika melihat kemampuan anak-anak yang cepat berkembang," tambahnya.
Apalagi kini anggar mempunyai tempat latihan yang representatif di lantai II GOR Sasakawa. Tentunya keadaan ini akan menjadi penunjang untuk menyambung regenerasi atlet yang sudah terputus.
"Dari tempat latihan ini, kita bisa fokus untuk pembinaan dan melahirkan atlet anggar berprestasi," ujarnya.
Menurut Andi, apabila anggar bisa menorehkan prestasi, cabang olahraga ini bisa lebih dikenal di masyarakat umum.
"Mencari atlet anggar memang tidak gampang. Tapi jika kita mempunyai sarana yang memadai dan prestasi menjanjikan, pasti tidak akan sulit untuk mengenalkan anggar," tegasnya
(Muhammad Indra Nugraha)