LEMBANG - PB Djarum enggan main-main dalam upayanya mencetak atlet-atlet bulutangkis handal. Setelah sebelumnya memberikan keterampilan teknik, kali ini PB DJarum akan coba mengasah mental anak didiknya.
Program yang kali ini diusung sekolah bulutangkis yang berbasis di Kudus, Jateng ini adalah pelatihan softskills, seperti outbond yang bertempat di Zone 235, Lembang, Bandung.
Program ini sendiri diikuti total 135 atlet-atlet muda yang dibagi dalam dua gelombang berdasarkan usia. Gelombang pertama yang berlangsung hari ini, Jumat (14/1/2011) diikuti oleh 55 atlet usia 10-15 tahun. sementara gelombang kedua (6-7) diikuti sekira 80 atlet usia 16-25.
Dalam program ini, atlet-atlet cilik tersebut akan mengikuti 12 macam kegiatan outbond, baik secara indivdu maupun tim. Kegiatan ini ditujukan untuk membangun mental juara, demi melengkapi kemampuan fisik dan teknik yang mereka dapat di markas PB Djarum.
Dengan mengikuti pelatihan softskills outbond, atlet-atlet cilik ini diharapkan mampu menjadi atlet yang komplet, yang nantinya bisa berprestasi baik di ajang nasional maupu internasional.
"Ada pemain yang menjadi ragu-ragu ketika sudah jauh meninggalkan lawannya, akibatnya justru kalah. Kasus lain, kalah (mental) sebelum bertanding karena lawannya unggulan," ujar ketua PB Djarum Yoppy Rosimin.
"Mereka membutuhkan jam terbang bermain yang tinggi. Namun, dengan mengikuti pelatihan softskills outbond ini diharapkan hal tersebut dapat teratasi," lanjutnya.
Hal senada dilontarkan Rony Aprilyanto, Direktur Zone 235. Menurutnya, dengan mengikuti pelatihan softskills, mental bertanding para atlet menjadi tangguh.
"Kalau bicara teknik dan fisik, tentu saja atlet sudah menguasai karena mereka berlatih setiap hari. Namun, ada hal lain yang didapat ketika berlatih. Dengan mengikuti softskills outbound, maka mental mereka akan terlatih seperti petarung yang tangguh. Intinya, pelatihan softskills outbound diharapkan dapat membentuk atlet bermental juara," sambungnya.
(Achmad Firdaus)