SEOUL - Petinju Korea Selatan Choi Yo-sam, yang mengalami koma setelah mempertahankan gelar kelas terbang interkontingental WBO, akhirnya meninggal. Yo-sam meninggal setelah menjalani perawatan selama sepekal di Asan Hospital, Seoul, Kamis (3/1/2007). Yo-sam terkapar tak berdaya karena mengalami cedera otak serius usai dihantam pukulan hook petinju Indonesia Heri Amol.
Rilis yang dikeluarkan pihak rumah sakit, Yo-sam dinyatakan meninggal pada pukul 00.18 waktu setempat. Pihak dokter telah menghentikan peralatan yang menopang kehidupannya atas persetujuan keluarga.
Bahkan, pihak keluarga Yo-sam juga mengiklaskan organ tubuh petinju berusia 33 tahun ini digunakan untuk menyelamatkan pasien lainnya. Berdasarkan pengumuman yang dibacakan Shin Dae-sung, organ Yo-sam yang terdiri dari jantung, hati, dua ginjal dan dua matanya telah diberikan untuk 6 pasien yang membutuhakan.
Salah satu penerima organ Yo-sam adalah Seorang wanita berusia 58 tahun yang dirawat di sebuah rumah sakit di Jeonju. Wanita ini telah menerima organ hati Yo-sam dan telah menjalani operasi dengan selamat.
''Saya sangat berterimakasih kepada mendiang Yo-sam dan keluarganya yang harus membuat keputusan berat ini,'' ujar Seol Dong-mok, putri dari pasien wanita itu seperti yang dilansir Associated Press, Kamis (03/01/2008)..
Menurut Komisi Tinju Korea, Yo-sam akan dimakamkan pada Sabtu, 5 Januari, waktu setempat. Yo-sam pernah menyandang gelar kelas layang WBC dari bulan Oktober 1999 hingga Juli 2002.
(Fetra Hariandja)