VENTNOR – Marc Marquez menyindir Aprilia Racing yang berencana menggunakan taktik team order jelang MotoGP Australia 2026. Menurutnya, kalau seorang pembalap cepat, tak butuh bantuan apa pun.
MotoGP 2026 memasuki seri ke-18. Balapan bertajuk MotoGP Australia 2026 itu akan dihelat di Sirkuit Phillip Island, Ventnor, 23-25 Oktober.

Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin sengit. Dengan lima seri tersisa, Jorge Martin yang mengoleksi 355 angka, hanya unggul 2 poin dari Marquez di posisi dua dan 46 angka dari Marco Bezzecchi.
Marquez bak sendirian berjuang melawan Aprilia. Selain dua rider pabrikan, ada pula Ai Ogura dan Raul Fernandez dari tim SuperFile Trackhouse yang juga mengepungnya di klasemen serta lintasan balap.
Keberadaan empat rider itu diyakini akan membuat Marquez kesulitan. Sebab, Aprilia bisa saja menerapkan taktik team order alias meminta ada yang mengalah atau melindungi kepentingannya.
Rencana itu langsung disindir Marquez. Menurutnya, Ducati Corse memang bekerja sebagai satu unit. Tapi, jika seorang pembalap itu melaju kencang, tak butuh adanya bantuan apa pun.
“Saya akan selalu mengatakan kami adalah sebuah tim. Dan, saya bersama Ducati, bersama tim saya, dengan staf saya, berusaha bekerja dengan maksimal,” kata Marquez, dikutip dari Crash, Kamis (22/10/2026).
“Mengenai team order, jika kamu punya kecepatan, kamu tidak butuh itu. Jika kamu tidak punya kecepatan, kamu butuh,” sindir pria berpaspor Spanyol itu.

Kendati menyindir, Marquez mengaku tidak terlalu peduli apa pun rencana dari pesaingnya. Ia hanya akan fokus pada diri sendiri dan meraup sebanyak mungkin poin dari Phillip Island.
“Jadi, kita lihat saja. Saat ini, saya berkonsentrasi pada diri sendiri. Saya berusaha melakukan 100%. Benar, (kita harus lihat) jika kami harus bertarung dengan seluruh Aprilia,” tutupnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.