SEBANYAK enam pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) kembali berjuang pada lanjutan Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 seri keempat yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 9 hingga 11 Oktober 2026. Bersaing di hadapan masyarakat Indonesia, enam pembalap siap melesat kencang dan berjuang merebut podium tertinggi di lintasan kebanggaan Tanah Air.
Enam pembalap tersebut adalah Bintang Pranata Sukma, Muhammad Badly Ayatullah, Maulana Malik, Resky Yusuf, serta dua pebalap wildcard yakni Valera Octavianuz dan Abimanyu Fermadi. Kehadiran mereka menjadikan Seri Mandalika sebagai ajang pembuktian kemampuan para pebalap muda Indonesia untuk bersaing di arena balap internasional.
Pembalap Astra Honda datang ke Mandalika dengan modal positif dari putaran ketiga di Mobility Resort Motegi, Jepang. Muhammad Badly Ayatullah berhasil merebut podium ketiga pada race kedua. Performa kompetitif juga ditunjukkan Resky Yusuf yang finis keempat pada race 1 dan kelima pada race 2 sebelum posisinya berubah akibat penalti. Sementara itu, Bintang Pranata Sukma mencatatkan finis keenam pada race 1, sedangkan Maulana Malik menyelesaikan balapan di posisi ketujuh.
Dukungan langsung masyarakat Indonesia dan hasil positif pada seri sebelumnya menjadi modal penting bagi para pebalap Astra Honda menghadapi karakter Pertamina Mandalika International Circuit. Lintasan sepanjang 4,31 kilometer ini menuntut kemampuan pebalap menjaga ritme sejak awal hingga akhir balapan, sekaligus mengambil keputusan tepat ketika persaingan berlangsung ketat. Bagi Badly, seri Mandalika menjadi kesempatan untuk melanjutkan momentum positif yang telah dibangun di Jepang dan kembali menunjukkan performa terbaiknya.
“Saya sangat bersemangat menghadapi seri Mandalika ini. Ditambah podium di Jepang kemarin, hasil tersebut menjadi bekal untuk saya bertarung kembali di Mandalika. Doakan saya,” ujar Badly.
Bintang, Resky, dan Maulana akan membawa pengalaman dari tiga putaran sebelumnya untuk menghadapi tantangan di Mandalika. Bagi ketiganya, bersaing di Tanah Air menjadi kesempatan untuk menerjemahkan hasil evaluasi dari Motegi untuk menjadi performa balap yang lebih konsisten dan kompetitif.