Sementara itu, Tim Indonesia harus puas dengan medali perak setelah kalah dari Jepang dalam tiga set, 15-17, 15-9 dan 13-15. Kendati demikian, perjuangan Jelki Ladada dkk mendapat apresiasi sebagai bagian dari perjalanan panjang pengembangan sepak takraw Indonesia.
Menurut Okto, dukungan terhadap atlet tidak berhenti pada saat pertandingan berlangsung. NOC Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan federasi nasional maupun internasional demi memastikan keberlanjutan pembinaan olahraga Indonesia.
“Yang kita bangun bukan hanya prestasi untuk satu pertandingan atau satu Asian Games. Kita ingin membangun ekosistem yang berkelanjutan. Atlet harus mendapat dukungan, federasi harus semakin kuat, dan hubungan internasional juga harus terus kita jaga,” kata Okto.
Pertemuan dengan Presiden ASTAF tersebut sekaligus memperlihatkan eratnya hubungan Indonesia dengan komunitas sepak takraw Asia. Bagi NOC Indonesia, kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan olahraga nasional, termasuk melalui penyelenggaraan kompetisi internasional di Tanah Air.
Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027 di Makassar. Sulawesi Selatan. Ajang tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam kalender sepak takraw internasional sekaligus peluang bagi Indonesia untuk terus memperkuat pengembangan olahraga sepak takraw di tingkat global.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.