Laysa mencatat Performance Rating 2404 dan tambahan 7 poin selama Olimpiade Catur 2026. Norma tersebut melengkapi dua norma sebelumnya yang diraih di Budapest pada Agustus 2024 dan Tarakan pada Oktober 2024.
Gelar tersebut menjadikan Laysa sebagai WGM keempat dalam sejarah catur Indonesia. Ia mengikuti jejak Irene Kharisma Sukandar, Medina Warda Aulia, dan Dewi Ardhiani Anastasia Citra.
Laysa juga tampil solid sepanjang 11 babak dengan hanya menelan satu kekalahan. Olimpiade Catur 2026 sekaligus menjadi debutnya di ajang tersebut.

“Ini sangat spesial bagi saya karena ini Olimpiade pertama saya yang membawa nama Indonesia. Terlebih lagi saya mendapat norma terakhir saya di sini,” tutur Laysa
Laysa mengaku lega setelah menunggu selama dua tahun untuk mendapatkan norma terakhir tersebut. Ia akhirnya berhasil melengkapinya saat tampil pada Olimpiade Catur 2026 di Samarkand.
“Alhamdulillah saya bermain cukup baik dengan 11 babak hanya kalah satu kali. Saya sudah menanti norma terakhir saya ini dua tahun dari 2024 dan akhirnya tercapai di Olimpiade Samarkand 2026,” kata Laysa.
Dengan gelar tersebut, daftar WGM Indonesia kini berjumlah empat orang. Mereka adalah Irene Kharisma Sukandar (2009), Medina Warda Aulia (2013), Dewi Ardhiani Anastasia Citra (2022), dan Laysa Latifah (2026).
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.