NEW YORK – Final US Open 2026 mempertemukan dua petenis papan atas dunia, Aryna Sabalenka (Belarusia) dan Elena Rybakina (Kazakhstan), dalam duel puncak yang diprediksi berjalan sangat ketat, pada Minggu (13/9/2026) pukul 03.00 WIB. Sabalenka yang merupakan tunggal putri peringkat satu dunia melangkah ke partai final dengan status juara bertahan dan mendominasi turnamen ini dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Rybakina sangat percaya diri menatap laga ini karena merasa memiliki keunggulan taktis untuk meredam sang unggulan pertama. Petenis peringkat dua dunia itu tahu betul cara mengatasi tekanan besar di panggung Grand Slam.
Dalam perjalanan menuju partai puncak, Sabalenka hampir selalu menang mudah kecuali saat dipaksa bekerja keras oleh Linda Noskova. Dominasi pemain asal Belarusia tersebut di Flushing Meadows memang sudah teruji dalam beberapa musim terakhir.
Di sisi lain, Rybakina sempat harus bangkit dari ketinggalan set pertama saat menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Zheng Qinwen dan Coco Gauff. Perjuangan keras tersebut justru mematangkan mental bertandingnya jelang laga perebutan gelar.
Petenis asal Kazakhstan tersebut mengakui konsistensi servis kerasnya akan menjadi kunci utama dalam merusak ritme permainan lawan. Statistik WTA musim ini mencatat Rybakina sebagai pencetak ace terbanyak dengan 357 kali, unggul jauh dari para pesaing di tur dunia.
Berdasarkan data Tennis365, Rybakina berada tepat di bawah Sabalenka dalam persentase kemenangan poin servis, tetapi unggul dalam jumlah ace murni. Senjata andalan inilah yang diharapkan mampu meruntuhkan pertahanan sang ratu turnamen keras.
Rekor pertemuan juga menunjukkan bahwa variasi servis dan ketenangan di poin krusial pernah membawa Rybakina menaklukkan Sabalenka pada final Australia Open tahun ini. Kemenangan tiga set tersebut membuktikan bahwa ia tahu cara mencari celah kemenangan.