Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Hanya Bulu Tangkis, Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma Fokus Cetak Bibit Atlet Bisbol

Bagas Abdiel , Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |12:37 WIB
Tak Hanya Bulu Tangkis, Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma Fokus Cetak Bibit Atlet Bisbol
Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma merambah ke olahraga lain lewat ASNA Academy (Foto: Okezone/Bagas Abdiel)
A
A
A

JAKARTA – Legenda olahraga Tanah Air, Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma, kini merambah ke cabang lain yakni baseball atau bisbol. Mereka fokus mencetak bibit-bibit andal untuk masa depan.

Lewat akademi olahraga miliknya yakni ASNA Academy, Susy dan Alan ingin memperluas pembinaan di cabor bisbol. Keseriusan tersebut dibuktikan lewat kerjasama dengan klub bisbol profesional asal Jepang yakni Kochi Fighting Dogs.

1. Adopsi Kurikulum

Cara menangkap bola softball, baseball training world

ASNA Academy memilih mengadopsi kurikilum untuk bisa mengembangkan pembinaan bisbol di Indonesia dari usia dini. Terlebih, Jepang sendiri adalah negara yang memiliki pembinaan apik dalam hal mengembangkan cabor bisbol.

"Kami memilih tim bisbol Jepang untuk diajak bekerja sama dalam kurikulum. Karena bisbol di Indonesia belum begitu populer, sedangkan Jepang cukup bagus," kata Susy di ASNA Academy, Bekasi, Jumat 7 Agustus 2026.

"Ini juga untuk melengkapi semua cabang olahraga di akademi. Sekarang bisbol sudah mulai ramai di Indonesia. Kebetulan kami punya afiliasi ke Jepang, dan mereka secara pengalaman maupun kurikulum lebih baik," sambung peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

2. Program Penting

Susy menilai kerjasama tersebut menjadi bagian penting dari program ASNA Academy yang ingin serius mencari bibit-bibit baru di cabor bisbol. Bahkan jika ada anak yang mampu menunjukkan bakat dan keseriusan tinggi, mereka akan berpotensi untuk dikirim ke Jepang.

"Saya pikir kolaborasi ini sangat baik, karena di ASNA Academy kami sedang mempersiapkan diri. Ada bulu tangkis yang ada di Indonesia, tetapi kami juga harus belajar bisbol. Persahabatan ini akan terus berlanjut, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga di bidang olahraga," ujar Susy.

 

"Seumpama ada yang serius, kita bisa latihan di sana (Jepang). Ini seperti program pertukaran pelajar, summer camp. Kita bisa berlatih lebih intensif, dan mempelajari lebih banyak tentang dasar-dasarnya," lanjutnya.

3. Respons Positif

IVE Bisbol

Sementara itu, CEO Kochi Fighting Dogs, Shinichi Satake, merespons positif keinginan Susy dan Alan dalam mengembangkan bisbol di Indonesia. Ia berharap akademi tersebut bisa melahirkan atlet-atlet terbaik Indonesia di masa mendatang.

"Saya sangat tersanjung dan mendukung keberadaan akademi ini, di mana Susy dan Alan menjadi pusatnya. Tentu kami berharap di masa depan, dengan akademi ini, Susy dan Alan dapat menjadi pendukung bagi calon atlet-atlet masa depan," ucap Satake.

ASNA Academy resmi dibuka pada Januari 2026, yang menawarkan beragam program cabor seperti bulu tangkis, tenis, basket, bisbol, taekwondo, senam, renang, panjat tebing, tenis meja, panahan, mini soccer, dan wushu.  Akademi ini ditujukan untuk anak usia 2–12 tahun, dengan penekanan khusus pada pengembangan kemampuan motorik dasar bagi anak usia dini (2–5 tahun).

(Wikanto Arungbudoyo)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement