Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Media Vietnam Kebingungan Lihat Rotasi Aneh Timnas Voli Putri Indonesia di Leg I SEA Womens V Cup 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |01:01 WIB
Media Vietnam Kebingungan Lihat Rotasi Aneh Timnas Voli Putri Indonesia di Leg I SEA Womens V Cup 2026
Timnas Voli Putri Indonesia di SEA Womens V Cup 2026. (Foto: SAVA/Instagram indonesian_volleyball)
A
A
A

MEDIA asal Vietnam, The Thao 247, menyoroti rotasi aneh yang dilakukan Tim Nasional (Timnas) Voli Putri Indonesia saat tumbang 1-3 dari Vietnam di leg I SEA Womens V Cup 2026. Pasalnya media Vietnam tersebut, termasuk para pengamat Tanah Air terlihat kebingungan dengan taktik yang dilakukan pelatih Marcos Sugiyama.

Dalam pertandingan Timnas Voli Putri Indonesia vs Vietnam, skuad Merah Putih sebenarnya sempat mengejutkan publik lewat penampilan gemilang di set pembuka. Kemenangan meyakinkan berhasil diamankan anak asuh pelatih Marcos Sugiyama dengan skor 25-20 berkat efektivitas blok dan serangan tajam.

1. Eksperimen Rotasi Ekstrem

Namun, momentum positif itu gagal dijaga secara konsisten ketika mesin poin Vietnam mulai panas dan memberikan tekanan balik yang masif. Pertahanan rapat serta variasi serangan lawan membuat kubu Indonesia kesulitan keluar dari tekanan pada set-set berikutnya.

Menyadari timnya tertinggal, pelatih Marcos Sugiyama melakukan serangkaian rotasi pemain yang cukup pusing kepala sepanjang sesi pertandingan. Mulai dari memasukkan Venisa Dwi Oktavian hingga Syelomitha Wongkar, pelatih mencoba berbagai cara demi membongkar pertahanan lawan.

Timnas Voli Putri Indonesia. (Foto: SAVA/Instagram indonesian_volleyball)
Timnas Voli Putri Indonesia. (Foto: SAVA/Instagram indonesian_volleyball)

Puncak eksperimen taktik terjadi pada set keempat ketika posisi pemain dirombak secara drastis di tengah lapangan. Mediol Yoku digeser ke posisi opposite, Putri Agustin mengisi koridor luar, hingga pergantian tosser dari Tisya Amallya kepada Arneta Putri.

Kendati perombakan pemain dilakukan secara masif untuk mengubah ritme permainan, strategi tersebut belum mampu memberikan solusi instan. Pertahanan kukuh Vietnam yang diperkuat oleh kembalinya Tran Thi Bich Thuy membuat barisan hitter Indonesia semakin frustrasi.

 

2. Evaluasi Menuju Rematch di Chiang Mai

Media Vietnam turut menyoroti masalah utama skuad Timnas Voli Putri Indonesia bukan sekadar pilihan sumber daya manusia yang terbatas. Pelatih Sugiyama sebenarnya memiliki banyak opsi pemain, tetapi belum menemukan formula stabil untuk meredam kedisiplinan permainan Vietnam.

Perubahan posisi yang dilakukan secara terus-menerus dinilai hanya menjadi solusi sementara tanpa mampu menjaga konsistensi performa serangan. Akibatnya, Timnas Voli Putri Indonesia harus rela mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 1-3 setelah kalah 15-25, 15-25, dan 19-25 di set-set penentu.

Timnas Voli Putri Indonesia. (Foto: SAVA/Instagram indonesian_volleyball)
Timnas Voli Putri Indonesia. (Foto: SAVA/Instagram indonesian_volleyball)

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kubu Timnas Voli Putri Indonesia jelang pertemuan ulang atau rematch yang dijadwalkan berlangsung pada seri kedua SEA Womens V Cup 2026 di Chiang Mai, Thailand pada Jumat (7/8/2026) siang WIB. Skuad Garuda Pertiwi tentu dituntut menemukan kerangka tim yang lebih matang alih-alih mencari solusi saat pertandingan sudah berjalan di luar kendali.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement