BRNO – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez turut mengomentari aksi tak terpuji Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang menampar petugas trek (marshal) di sesi sprint race MotoGP Republik Ceko 2026, pada Sabtu 20 Juni 2026 kemarin. Menurut Marquez, apa yang dilakukan Bezzecchi jelas salah, namun ia merasa semua itu dapat terjadi karena rasa frustrasi dan adrenalin.
Seperti yang diketahui, kemenangan Marc Marquez pada balapan utama di Sirkuit Brno, Ceko, tidak hanya memangkas jarak poin di papan klasemen pembalap, tetapi juga diwarnai oleh drama sanksi yang menjerat rivalnya, Marco Bezzecchi. Pembalap Aprilia sekaligus pemimpin klasemen sementara tersebut dijatuhi hukuman larangan balapan pada balapan utama setelah terlibat insiden fisik dengan seorang marshal pasca-terjatuh di sesi Sprint.
Meski situasi ini sangat menguntungkannya untuk memangkas jarak menjadi 40 poin, Marquez memilih untuk tidak memperkeruh suasana dan enggan melayangkan kritik tajam kepada Bezzecchi. Pembalap berusia 33 tahun tersebut justru menunjukkan sikap bijak dengan memahami kondisi psikologis sang rival saat insiden terjadi.
Marquez, yang musim lalu juga sempat berupaya meredam badai kritik netral di media sosial pasca-tabrakannya dengan Bezzecchi di Mandalika, menekankan para pembalap MotoGP dituntut untuk tumbuh dewasa di bawah tekanan publik yang masif. Menurutnya, kesalahan adalah bagian dari proses pendewasaan tersebut.
“Saya tidak akan memberikan komentar tambahan, karena suasana di media sosial sudah sangat bising,” ujar Marquez usai mengunci kemenangan di Brno, dikutip dari Crash, Senin (22/6/2026).
“Hal seperti itu bisa saja terjadi. Kami masih muda. Kami mempelajari banyak hal langsung di hadapan jutaan pasang mata,” tambahnya.
Sang juara MotoGP 2025 tersebut menilai tindakan Bezzecchi tidak luput dari luapan emosi sesaat akibat kegagalan di lintasan. Alih-alih menghujat, Marquez meyakini insiden ini akan menjadi pelajaran berharga bagi masa depan Bezzecchi sebagai atlet profesional.
“Saat berada di sana dengan adrenalin yang memuncak, ditambah mungkin rasa frustrasi akibat terjatuh, tentu saja saya rasa dia telah memetik pelajaran dari kejadian itu. Cukup sampai di situ saja,” sambung Marquez.
“Kami terus mempelajari hal-hal baru setiap harinya. Sebagian besar dari kami berada di kisaran usia 20 hingga 30 tahun, jadi perjalanan kami masih panjang dan masih banyak hal yang harus kami pelajari dalam hidup ini,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.