Tiket memang sudah berada di tangan, tetapi jalan menuju podium akan mempertemukan Merah Putih dengan kekuatan-kekuatan terbaik Asia. Itu juga merupakan undangan untuk masuk ke arena persaingan paling elite di benua Asia.
Menariknya, dua tiket dari sektor kyorugi yang baru saja dipastikan bukanlah milik individu atlet yang bertanding di Mongolia. Yang lolos adalah nomor atau kelas pertandingan, bukan nama atletnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra Perdana menegaskan, peluang masih terbuka bagi siapa saja yang mampu menunjukkan performa terbaik. Pernyataan itu menunjukkan persaingan internal tim nasional masih akan berlangsung.
"Jadi nantinya siapa saja yang mewakili Indonesia, bisa saja bukan Bassam atau Raihan," ujar Pino.
PBTI akan terus melakukan pemantauan untuk menentukan atlet terbaik yang akan mewakili Indonesia pada kelas under 68 kilogram dan under 80 kilogram putra. Salah satu ajang penting dalam proses tersebut adalah Kejuaraan Satria Nusantara yang akan berlangsung di Bandung pada 3–5 Juli 2026.
Mereka tidak hanya bertanding melawan lawan di atas matras, tetapi juga melawan waktu, tekanan, dan sesama kandidat penghuni tim nasional. Setiap tendangan, setiap poin, dan setiap kemenangan akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih.
"PBTI akan mencari yang terbaik di kelas itu makanya akan diadakan monitoring," tutup Pino.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.