BALATON - CEO Aprilia, Massimo Rivola, meminta agar tidak bereaksi berlebihan usai crash di MotoGP Hungaria 2026 akhir pekan lalu. Usai crash tersebut, muncul wacana agar larangan ride height device (perangkat pengaturan ketinggian motor) segera diberlakukan.
Diketahui, Jorge Martin kehilangan kendali saat pengereman di Tikungan 1 pada awal Grand Prix Hungaria Minggu lalu dan menabrak rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi. Insiden tersebut juga melibatkan pembalap Aprilia lainnya, Raul Fernandez dari Trackhouse, serta Fabio Di Giannantonio dari VR46 dan Fermin Aldeguer dari Gresini.
Ini menandai insiden besar kedua di Tikungan 1 dalam tiga putaran, setelah kecelakaan Johann Zarco di Barcelona. Insiden ini meningkatkan perdebatan seputar pelarangan perangkat pengatur ketinggian motor.
Diskusi telah berlangsung sejak Barcelona mengenai perubahan keselamatan. Usulan pelarangan perangkat pengatur ketinggian motor (yang akan dilarang pada 2027), diperkirakan berlaku setelah jeda musim panas.
Langkah-langkah keselamatan lainnya termasuk perubahan pada jarak antar grid.
Insiden di Balaton Park menyebabkan beberapa pihak, seperti Jack Miller, kembali menyerukan penghapusan perangkat pengatur ketinggian motor.
Namun, Massimo Rivola mendesak untuk berhati-hati dalam melakukan perubahan signifikan tersebut tanpa evaluasi.
“Kami sedang berbicara dengan MotoGP, dengan mereka, untuk melihat apa yang baik untuk meningkatkan keselamatan,” katanya melansir Crash, Rabu (10/6/2026).