BINTANG kickboxing dunia, Rico Verhoeven, yang baru menjalani laga tinju profesional keduanya, nyaris menciptakan kejutan terbesar dalam sejarah olahraga ini saat berhadapan dengan salah satu petinju terbaik generasi sekarang, yakni Oleksandr Usyk. Namun, nyatanya Verhoeven kalah dan ia pun merasa hasil itu tak adil karena diduga ada kecurangan dalam duelnya tersebut.
Ya, potensi kemenangan bersejarah Verhoeven buyar di ronde ke-11. Wasit Mark Lyson secara kontroversial menghentikan pertandingan tepat setelah bel tanda ronde berakhir berbunyi, sebuah keputusan yang langsung memicu kecaman luas karena Verhoeven dinilai masih sangat mampu melanjutkan pertarungan.
Keputusan wasit langsung memicu amarah dari berbagai tokoh olahraga baku hantam. Jurnalis senior Ariel Helwani menyebut penghentian tersebut sebagai sebuah penghinaan, sementara Jake Paul lewat media sosialnya secara blak-blakan menyebut Verhoeven telah dirampok kemenangannya setelah mendominasi jalannya laga.
Kekecewaan Verhoeven kian mendalam setelah lembar penilaian resmi dari ketiga juri) bocor ke publik. Melalui akun Instagram pribadinya, petarung asal Belanda tersebut mengunggah foto papan skor tersebut yang menunjukkan posisi yang sangat ketat.
Dalam papan skor yang bocor, dua juri memberikan nilai imbang 95-95, sementara satu juri lainnya, Pasquale Procopio, justru menempatkan Verhoeven unggul 96-94.
"Singkirkan emosi. Baca kartu penilaiannya. Tersisa satu detik saja menuju ronde ke-12 dan terakhir. Kita terus melangkah maju dan ke atas! Hormat saya untuk Usyk, sebuah kehormatan bisa berbagi ring denganmu. Mari kita lakukan tanding ulang!" jelas Verhoeven, dikutip dari Give Me Sport, Selasa (26/5/2026).
Di akhir pernyataan ringkasnya tersebut, Verhoeven juga menandai akun Turki Al-Sheikh, salah satu tokoh kunci di Zuffa Boxing, sebagai sinyal kuat permintaan laga ulang.
Ketidakpuasan pihak Verhoeven tidak berhenti di media sosial. Dalam wawancara khusus dengan Boxing News, Verhoeven mengisyaratkan bahwa timnya tengah bersiap untuk mengajukan banding resmi demi keadilan hasil pertandingan.
"Mereka menghentikan laga setelah bel berbunyi. Saya rasa kami akan mengajukan banding karena ini sama sekali tidak masuk akal," tegas Verhoeven.
Verhoeven juga menambahkan bahwa saat wasit masuk mengintervensi, kesadarannya masih penuh dan tidak goyah sama sekali. Ia berharap hasil laga bisa diubah menjadi No Contest (tanpa pemenang) atau ditentukan lewat total poin juri, yang mana akan menempatkan dirinya sebagai pemenang.
Di kubu lawan, Oleksandr Usyk memilih untuk tetap rendah hati dan mendedikasikan kemenangan kontroversial ini untuk keluarga serta negaranya yang sedang dilanda konflik.
"Terima kasih banyak, Rico. Kamu adalah petarung yang luar biasa. Pertarungan ini sangat berat, tapi ini adalah laga yang bagus. Saat ini, rakyat Ukraina dan putri saya sedang berada di dalam tempat perlindungan bom, dia mengirimi saya pesan bertuliskan, 'Papa, aku mencintaimu, kamu pasti menang'. Terima kasih, Tuhan,” tutup Usyk.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.