MONTMELO – Pembalap Tim Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, secara jantan menerima tanggung jawab penuh atas insiden tabrakan kontroversial pada lap terakhir MotoGP Catalunya 2026. Momentum kebangkitan luar biasa yang ditunjukkan pembalap asal Jepang tersebut harus ternoda oleh hukuman penalti akibat aksi agresifnya di tikungan pamungkas yang menyenggol Pedro Acosta (Red Bull KTM) hingga gagal finis.
Balapan utama di Barcelona pada 17 Mei 2026 kemarin berjalan sangat tidak biasa dan penuh drama. Memulai jalannya balapan dari posisi ke-11 saat sesi restart, Ogura langsung tampil menggebrak dengan mengamankan lima posisi sekaligus di lap pembuka.
Ogura sempat terlibat duel sengit dengan Fermin Aldeguer sebelum akhirnya sukses melewati dua mantan juara dunia MotoGP, Fabio Quartararo dan Francesco Bagnaia, demi memburu kelompok pembalap di zona depan. Namun, performa impresif tersebut hancur berantakan akibat keputusan gegabah di detik-detik akhir balapan.
Pada saat bersamaan, Pedro Acosta yang menunggangi KTM memang sedang mengalami kesulitan mempertahankan kecepatannya di lap-lap akhir. Setelah posisinya sebagai pemimpin balapan direbut oleh Fabio Di Giannantonio, Acosta kembali melorot setelah disalip oleh Joan Mir dan Fermin Aldeguer tepat di lap penentu.
Melihat adanya celah di tikungan terakhir, Ogura mencoba melakukan manuver yang sangat ambisius untuk merebut posisi keempat. Sayangnya, kalkulasi yang tidak tepat membuat motor Ogura menyenggol Acosta hingga pembalap Spanyol tersebut terjatuh dan tersingkir dari balapan.
Akibat manuver berbahaya tersebut, pengawas balapan menjatuhkan hukuman penalti tiga detik pasca-balapan kepada Ogura. Sanksi ini awalnya melempar posisi finis Ogura dari urutan keempat ke peringkat sembilan, sebelum akhirnya naik ke posisi delapan setelah beberapa pembalap lain terkena penalti tekanan ban.