
Lebih lanjut, Pedrosa menuturkan, ketika Marquez gabung Honda pada 2013, situasinya sangat intens. Saat itu, tim seperti bekerja sendiri-sendiri di garasi yang terpisah meski sama-sama mendapat dukungan penuh yang setara.
“Ketika dia bergabung dengan tim (Honda), atmosfernya sangat intens, karena, pertama-tama, di tim Repsol, setidaknya saat itu, kedua pembalap seperti berada di tim yang berbeda. Anda tidak bekerja sebagai tim, Anda bekerja untuk mengetahui siapa yang terbaik,” terang Pedrosa.
“Dan kedua pembalap didukung dengan peralatan (terbaik) jadi setiap orang bisa mengeluarkan yang terbaik, tapi kami tidak pernah diminta untuk bekerja sebagai tim,” tandasnya.
Pada akhirnya, mereka saling belajar satu sama lain. Duet mereka disebut-sebut sebagai salah satu yang terkuat di MotoGP pada eranya, kendati Marquez mampu lima kali jadi juara dunia sementara Pedrosa terseok-seok.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.