HORSENS – Tim bulu tangkis China resmi memastikan diri sebagai penguasa bulu tangkis beregu putra dengan merengkuh gelar Piala Thomas ke-12 mereka di Forum Horsens, Denmark. Meski menang dengan skor 3-1 atas tim kejutan Prancis, China tidaklah mudah.
Menariknya, di balik trofi yang diangkat, ada cerita tentang pengorbanan sang kapten, Shi Yu Qi, yang menjadi pilar emosional tim sepanjang laga final. Pemain ganda putra He Ji Ting mengungkapkan keberhasilan mereka mempertahankan gelar sangat dipengaruhi oleh determinasi Shi Yu Qi.
Meskipun kondisi fisiknya sedang menurun akibat menderita gastroenteritis (sakit perut), Yu Qi tetap turun ke lapangan demi memberikan poin pembuka sekaligus ketenangan bagi rekan-rekan setimnya.
Pertarungan pembuka antara Shi Yu Qi melawan bintang Prancis, Christo Popov, menjadi kunci kemenangan China. Yu Qi harus meladeni perlawanan sengit Christo selama 85 menit dalam kondisi tubuh yang tidak bugar.
Namun, tunggal putra nomor satu dunia itu berhasil menang lewat rubber game dengan skor 21-16, 16-21, 21-17. Menurut He Ji Ting, kehadiran Yu Qi di lapangan adalah sebuah pesan kuat bagi seluruh anggota tim.
"Sebagai kapten dan pemimpin, dia bertindak sebagai penstabil tim. Meski sedang sakit dan berada di bawah tekanan besar, dia tetap bertahan hingga akhir," ujar Ji Ting dalam sesi wawancara pascapertandingan, dikutip dari media Malaysia, New Straits Times, Rabu (6/5/2026).
Kemenangan sulit Yu Qi terbukti menjadi pondasi mental yang krusial sebelum Prancis sempat menyamakan kedudukan lewat aksi memukau Alex Lanier.
Prancis sebenarnya memberikan ancaman nyata yang hampir meruntuhkan dominasi China. Setelah Alex Lanier menumbangkan Li Shi Feng dengan skor telak 21-13, 21-10, ketegangan memuncak di partai ketiga.
Weng Hong Yang harus bertarung habis-habisan selama 96 menit melawan Toma Junior Popov sebelum akhirnya menang tipis 22-20, 20-22, 21-19. Gelar juara akhirnya dipastikan oleh pasangan He Ji Ting/Ren Xiang Yu yang tampil dominan saat menghadapi Eloi Adam/Leo Rossi.
Kemenangan dua gim langsung 21-13, 21-16 tersebut menjadi pukulan penentu yang mengakhiri mimpi indah Prancis. Meski kalah, Toma Junior Popov mengaku sangat bangga dengan pencapaian historis timnya sebagai runner-up dan percaya bahwa pengalaman ini akan menjadi bahan bakar bagi Les Bleus untuk kembali lebih kuat di masa depan.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.