Hasil gemilang di tiga seri pembuka membuat Martin kini hanya tertinggal empat poin dari Bezzecchi di klasemen sementara. Dinamika di garasi Aprilia menjadi menarik karena keduanya mengambil pendekatan berbeda, Bezzecchi menyapu bersih semua kemenangan Grand Prix namun sempat terjatuh di dua sesi Sprint, sementara Martin tampil sangat konsisten dengan selalu mendulang poin di enam balapan (3 sprint race + 3 balapan utama) yang telah berjalan.
Di tengah spekulasi masa depannya, di mana ia diperkirakan akan digantikan oleh Bagnaia di Aprilia dan pindah ke Yamaha pada era 850cc tahun 2027, Martin tetap menegaskan kesetiaannya pada tim asal Noale tersebut. Ia mengaku sudah belajar banyak dari tekanan kontrak saat masih membela Pramac Ducati tahun lalu.
"Ketika saya membuat keputusan, saya menjalaninya 100 persen. Saya sangat jelas ingin bertarung demi warna tim ini (Aprilia), dan itulah yang sedang saya lakukan," tutup Martin.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.