Langkah tim putri Indonesia di semifinal sebenarnya penuh perjuangan. Setelah Thalita Ramadhani Wiryawan dan ganda Rachel/Febi menelan kekalahan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi sempat menghidupkan asa lewat kemenangan gemilang atas Park Ga Eun.
Sayangnya, ganda senior Siti Fadia/Amallia Cahaya Pratiwi harus menyerah dalam drama gim yang sangat ketat.
Kekalahan di partai keempat tersebut membuat Ester, yang sedianya turun sebagai tunggal ketiga di partai penentu, tidak sempat bertanding. Meskipun tidak bisa menyumbangkan poin secara langsung di laga semifinal, kontribusi Ester di babak-babak sebelumnya telah membuktikan bahwa mentalitasnya tetap tangguh.
“Saya hanya mau menunjukkan yang terbaik untuk tim dan buat masyarakat Indonesia,” tegas pemain yang dikenal memiliki semangat pantang menyerah tersebut.
Kini, dengan medali perunggu di leher dan tulang kering yang telah pulih, Ester Nurumi siap menatap kalender turnamen individu 2026. Keberhasilannya kembali dari "cedera horor" menjadi pesan kuat bahwa sektor tunggal putri Indonesia kini memiliki tambahan amunisi yang lebih kuat secara mental.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.