DOMINASI An Se Young di jagat bulu tangkis dunia mencapai puncaknya di Ningbo, China. Sang ratu bulu tangkis asal Korea Selatan tersebut berhasil mengukuhkan diri sebagai legenda setelah menaklukkan tunggal putri tuan rumah, Wang Zhi Yi, dalam laga final Badminton Asia Championships (BAC) 2026 yang menguras energi, Minggu 12 April 2026.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan trofi di lemari pajangannya, melainkan kepingan terakhir yang melengkapi status Career Grand Slam. Di usianya yang baru menginjak 24 tahun, An Se Young mencatatkan sejarah sebagai pemain tunggal putri termuda yang mampu menyapu bersih semua gelar mayor, mulai dari Olimpiade (Paris 2024), Kejuaraan Dunia, Asian Games, All England, hingga kini Kejuaraan Asia.
Laga pamungkas di Ningbo ini berlangsung layaknya drama tingkat tinggi selama hampir 100 menit. An Se Young sempat mendominasi gim pertama dengan skor telak 21-12. Namun, Wang Zhi Yi yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri memberikan perlawanan sengit di gim kedua dan memaksakan rubber game setelah menang 17-21.
Pada gim penentu, konsentrasi dan ketahanan fisik menjadi pembeda. Sempat terkunci dalam skor imbang 15-15, An Se Young menunjukkan kematangan mentalnya untuk menutup laga dengan skor 21-18.
Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang balas dendam yang manis setelah sebelumnya An Se Young sempat takluk dari lawan yang sama di final All England awal tahun ini.
Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang 22 tahun bagi tunggal putri Korea Selatan untuk kembali berjaya di panggung Asia. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pun menyoroti pencapaian luar biasa ini, mengingat betapa sulitnya menjaga konsistensi di tengah kepungan pemain-pemain elite dunia.
Usai laga, An Se Young tidak bisa menyembunyikan rasa lega dan bahagianya. Ia mengakui bahwa pertandingan tersebut sangat menguras staminanya.
"Ini adalah pertandingan yang sangat melelahkan. Lawan saya juga tampak letih, itu adalah laga yang panjang, jadi saya sangat senang bisa menang. Ada banyak penggemar Korea yang bersorak untuk saya, dan itu sangat membantu," ujar An Se Young kepada BWF, Senin (13/4/2026).
An Se Young juga sempat menekankan betapa pentingnya gelar ini sebelum turnamen dimulai. Kini, dengan trofi Ningbo di tangannya, An Se Young telah menuntaskan misi besarnya dan berdiri tegak sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah bulu tangkis modern.
"Kejuaraan Asia adalah kepingan terakhir dari koleksi saya," tutup An Se Young.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.