"Saya mencoba untuk tetap tenang dan tidak menekan terlalu keras agar ban tidak terlalu cepat aus. Saat berada di belakang Jorge dan Fabio, saya tidak pernah bisa cukup dekat untuk melakukan aksi salip yang nyaman, tapi ini terutama disebabkan oleh karakteristik lintasan," tambahnya.
Walaupun sempat mencatatkan waktu terbaiknya tepat di lap terakhir, Marquez mengakui saat ini kombinasi antara pembalap dan motor di kubu Aprilia sedang berada di level yang sangat kompetitif. Marco Bezzecchi kini memimpin klasemen dengan keunggulan 22 poin dari Marquez yang berada di posisi kelima.
Menanggapi dominasi tim rival, pembalap asal Spanyol tersebut memberikan apresiasi yang jujur. Marquez melihat Aprilia memiliki paket lengkap yang sulit untuk ditandingi Ducati.
"Saya selalu melihat sebuah paket, pembalap ditambah motor. Bukan hanya pembalap, bukan hanya motor. Keduanya menyatu, dan saat ini mereka (Aprilia) tampil dengan cara yang sangat baik," sambung Marquez.
Menatap seri berikutnya di COTA (Circuit of the Americas), Austin, Amerika Serikat, Marquez menegaskan timnya memiliki beberapa area yang harus segera diperbaiki. Meskipun merasa akhir pekan di Brasil cukup positif secara keseluruhan, ia sadar Ducati perlu bangkit di MotoGP Amerika Serikat 2026 yang digelar pada 27-30 Maret 2026.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.