Soh cukup menyayangkan situasi tersebut. Di sisi lain, menurutnya pasangan Korea Selatan tersebut lebih diuntungkan oleh kondisi angin dalam momen tersebut.
“Pada gim ketiga kami memiliki keunggulan poin yang cukup baik, tetapi setelah bertukar sisi lapangan mereka mendapatkan keuntungan lebih di sisi tersebut. Kami menyadari hal itu, tetapi pada saat yang sama kami tidak bisa mengendalikan permainan di momen-momen krusial,” lanjut Soh.
“Saya rasa faktor angin lebih menguntungkan mereka di sisi itu dan memudahkan mereka mendapatkan poin,” pungkasnya.
Tak pelak jika anak didik Herry IP menyebut kekalahan tersebut begitu menyakitkan. Karena, kekalahan tersebut membuat Aaron/Soh kembali harus puas sebagai runner-up turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya meraih pencapaian serupa pada 2019 dan 2024.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.