Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gagal Taklukkan Ganda Korsel di Final All England 2026, Anak Didik Herry IP Curhat soal Kutukan Super 1000

Andika Rachmansyah , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |01:01 WIB
Gagal Taklukkan Ganda Korsel di Final All England 2026, Anak Didik Herry IP Curhat soal Kutukan Super 1000
Ganda putra asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik bersama sang pelatih, Herry IP (tengah). (Foto: Instagram/sohwooiyik)
A
A
A

2. Kondisi Lapangan Jadi Faktor Pembeda

Soh cukup menyayangkan situasi tersebut. Di sisi lain, menurutnya pasangan Korea Selatan tersebut lebih diuntungkan oleh kondisi angin dalam momen tersebut.

“Pada gim ketiga kami memiliki keunggulan poin yang cukup baik, tetapi setelah bertukar sisi lapangan mereka mendapatkan keuntungan lebih di sisi tersebut. Kami menyadari hal itu, tetapi pada saat yang sama kami tidak bisa mengendalikan permainan di momen-momen krusial,” lanjut Soh.

aaron chia/soh wooi yik foto pbsi
aaron chia/soh wooi yik foto pbsi

“Saya rasa faktor angin lebih menguntungkan mereka di sisi itu dan memudahkan mereka mendapatkan poin,” pungkasnya.

Tak pelak jika anak didik Herry IP menyebut kekalahan tersebut begitu menyakitkan. Karena, kekalahan tersebut membuat Aaron/Soh kembali harus puas sebagai runner-up turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya meraih pencapaian serupa pada 2019 dan 2024.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement