"Saya melihat bahwa setelah COVID itu kan olahraga memang kayak udah jadi satu kebutuhan ya. Karena saya juga melihat bahwa sekarang kan perannya olahraga semua tuh mau hidup sehat," jelas Susy.
"Kedua, dari mama-mamanya. Mama-mama nih, anak-anaknya selalu gadget-gadget aja. Anak kecil aja kalau mau makan kan mesti pakai gadget kan, biar anteng. Terus dari situlah kita bikin bahwa sebetulnya dari usia gini tuh, kita tuh mengenalkan olahraga buat anak-anak. Tidak hanya olahraga, tapi juga untuk mereka tuh untuk bersosialisasi," tambahnya.
"Lalu kita juga membantu untuk karakternya juga. Karena kan dari kecil-kecil tuh bagaimana, ayo belajar baris. Bagaimana mengucapkan terima kasih, bagaimana mengucapkan tolong. Jadi dari beberapa hal dari pendidikan ini kita bisa masuk juga. Kita juga membuat kurikulum, enggak yang, udah asal aja," imbuh Susy.
Seluruh program disusun dalam kurikulum terstruktur yang dikembangkan oleh pelatih profesional, serta didukung oleh keahlian tingkat Olimpiade, guna memastikan kualitas, keamanan, dan tahapan perkembangan yang sesuai usia. ASNA Academy juga berencana menjalin kolaborasi dengan klub olahraga profesional untuk menyediakan jalur pengembangan bertanggung jawab bagi anak-anak yang memiliki minat dan potensi di bidang olahraga.
(Rivan Nasri Rachman)