Kurniahu selalu meyakini bakat anaknya, bahkan sempat menyayangkan keputusan Marcus untuk pensiun dini karena ia percaya Marcus masih sanggup bersaing di level tertinggi selama beberapa tahun lagi.
Selain membimbing sang anak, warisan Kurniahu juga tertanam di Gideon Badminton Academy. Pihak akademi menyatakan bahwa ketulusan dan jasa beliau dalam membina talenta muda akan selalu dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus.
"Dedikasi, ketulusan, dan jasa beliau dalam membangun serta membina Gideon Badminton Academy akan selalu kami kenang dan menjadi inspirasi bagi kami semua," tulis keterangan resmi dari Gideon Badminton Academy.
(Rivan Nasri Rachman)