
Ya, Rexy/Ricky memutuskan melepas gelar juara All England 1994 karena aksinya mengalah di final. Kala itu, mereka dihadapkan dengan rekan senegaranya, Rudy Gunawan/Bambang Suprianto, di final.
Dalam sebuah wawancara dengan pebulu tangkis Malaysia, Ameer Zainuddin, yang diunggah di channel Youtube pribadinya, Rexy mengaku sebenarnya sudah tak ingin bermain di laga final. Dia memang sejatinya tak bermain dengan totalitas di All England 1994.
Hal ini terjadi karena Rexy teringat kabar duka ayahnya. Ayah Rexy meninggal dunia setahun silam atau pada 1993.
Namun, pelatih Rexy memaksanya tetap tampil di final. Padahal, Rexy merasa kala itu, jika dirinya mundur, Indonesia tetap bisa meraih gelar juara lewat aksi Rudy/Bambang.
“Akhirnya sampai di final (All England 1994) saya enggak mau main, saya main-main saja (di lapangan), karena tahun 1993 bulan Desember itu ayah saya telah meninggal," kata Rexy dalam sebuah wawancara dengan Ameer Zainuddin.
"Apalagi waktu final melawan Bambang dan Gunawan. Pelatih saya bilang, Rexy kamu harus main. Saya bilang, saya tidak mau main, Indonesia sudah pasti juara. Saya bilang, saya juara buat siapa, ayah saya tidak ada,” lanjutnya.
"Pelatih paksa saya untuk main, akhirnya saya main, tapi main-main begitu sajalah," jelas Rexy Mainaky.
Kini, Rexy sudah pensiun sebagai pebulu tangkis. Dia banting setir jadi pelatih dan menangani pemain Malaysia.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.