Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Kutukan Nomor 1 di Dunia MotoGP

Cahyo Yulianto , Jurnalis-Minggu, 17 Desember 2023 |06:14 WIB
Kisah Kutukan Nomor 1 di Dunia MotoGP
Francesco Bagnaia membuktikan kutukan nomor 1 di dunia MotoGP itu tidak selalu ampuh (Foto: Reuters/Pablo Morano)
A
A
A

BERIKUT kisah kutukan nomor 1 di dunia MotoGP. Sebab, ada beberapa pembalap yang percaya akan kutukan itu, dan tak berani memakai nomor sakral tersebut meski berstatus juara dunia.

Seperti diketahui, MotoGP memiliki sebuah aturan khusus. Setiap pembalap yang menjadi juara dunia diizinkan untuk menggunakan nomor 1 di motornya untuk balapan di MotoGP musim berikutnya.

Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) melaju pada balapan MotoGP Qatar 2023 (Foto: Reuters/Ibraheem Al Omari)

Namun telah lebih dari 11 tahun, nomor 1 itu tidak pernah digunakan. Baru pada MotoGP 2023 nomor ini kembali dipakai oleh pembalap tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.

Alasan para pembalap enggan mengenakan nomor 1 di motornya adalah mereka percaya dengan adanya kutukan. Takhayul itu mengatakan jika pembalap yang menjadi juara dunia menggunakan nomor 1 di musim berikutnya, maka tidak akan bisa mempertahankan gelar.

Banyaknya pembalap yang percaya akan kutukan nomor 1 ini pun bukan tanpa sebab. Tercatat, pembalap yang mampu menjadi juara dengan menggunakan nomor keramat ini adalah Mick Doohan.

Hal itu terjadi pada 1998 atau sekira 25 tahun yang lalu. Dan sejak saat itu, tidak ada satu pun pembalap yang yang menjadi juara dengan menggunakan nomor 1 itu.

Kutukan itu mulai terlihat saat Casey Stoner yang sukses menjadi juara dunia MotoGP 2007, memakai nomor 1. Dia hanya mampu menjadi runner up setelah kalah dari Valentino Rossi pada 2008.

Hal serupa kembali menimpanya pada 2012. Kala itu, Stoner memilih menggunakan nomor 1 setelah menjuarai MotoGP 2011. Sayangnya, dia gagal mempertahankan gelar dan hanya mengakhiri musim di peringkat kedua, kalah dari Jorge Lorenzo.

Di tahun sebelumnya, atau 2011, Lorenzo juga merasakan kutukan nomor 1 ini. Setelah meraih gelar juara dunia pertamanya pada MotoGP 2010, pembalap Yamaha itu menantang maut dengan menggunakan nomor 1. Hasilnya jelas, dia gagal mempertahankan gelar dan kalah dari Stoner.

Sejak terakhir kali digunakan oleh Stoner pada 2012 itu, nomor 1 tidak pernah lagi digunakan. Sampai akhirnya, Bagnaia kembali memakai nomor 1 setelah 11 tahun lamanya.

Casey Stoner

Hebatnya, pembalap Ducati Lenovo yang akrab disapa Pecco itu seperti tidak terpengaruh dengan kutukan nomor 1 MotoGP. Dia berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2023 dengan menggunakan nomor 1 yang terkutuk.

Itu tadi kisah kutukan nomor 1 di dunia MotoGP. Percaya atau tidak, itu urusan pembaca sekalian.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement