Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Atlet Para Cycling Fadli Immammuddin yang Tak Menyerah meski Alami Berbagai Cobaan Hidup

Cikal Bintang , Jurnalis-Kamis, 07 Desember 2023 |12:24 WIB
Kisah Atlet Para Cycling Fadli Immammuddin yang Tak Menyerah meski Alami Berbagai Cobaan Hidup
Atlet para cycling Indonesia, Muhammad Fadli Immammuddin. (Foto: Cikal Bintang/MPI)
A
A
A

NAKHON RATCHASIMA - Indonesia patut bangga karena memiliki atlet para cycling bernama Muhammad Fadli Immammuddin yang sukses mengharumkan nama bangsa. Fadli sendiri berhasil di titik tersebut ternyata tidak mudah, karena ia harus melalui berbagai cobaan hidup dan hebatnya ia tidak menyerah.

Fadli memulai kariernya dari balapan motor pada tahun 2001. Berbagai kejuaraan regional dari kelas pemula hingga profesional pernah diikuti oleh atlet asal Bogor, Jawa Barat tersebut. Ia bahkan sempat menjuarai kelas underbone 115cc di Asian Road Racing Championship (ARRC) 2004.

Tak sampai disitu, Fadli tercatat sukses merebut enam gelar nasional dari berbagai kelas. Pada tahun 2013, Fadli juga sempat membalap di Moto2 Malaysia. Namun sayang, dia terjebak dalam kecelakaan bersama pembalap lainnya saat balapan baru memasuki lap kedua.

Menelan kegagalan, Fadli tidak mau menyerah begitu saja. Dia kembali berkompetisi di ARRC 2015 di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat. Fadli menang, namun perayaan kemenangan berubah menjadi petaka ketika dia ditabrak dari belakang oleh pembalap Thailand, Jakkrit Sawangswat.

Muhammad Fadli Immammuddin

Akibat kecelakaan itu, Fadli harus mengamputasi kaki kirinya dan berhenti dari dunia balap motor. Dia mengatakan, kecelakaan itu merupakan titik terendah baginya.

"Saya sih dari mulai dulu waktu pas balap motor sempat di tingkat Asia, dan saya kecelakaan sampai benar-benar ke tingkat paling bawah sekali, saya jalan saja masih belajar," kata Fadli kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, Rabu (6/12/2023).

Walau harus kehilangan sebagian kaki kirinya, Fadli tidak menyerah. Pria kelahiran 25 Juli 1984 itu kemudian memulai kariernya sebagai atlet para cycling pada tahun 2017.

Kariernya langsung menanjak, Fadli meraih berbagai medali dari mulai perunggu hingga emas. Salah satu pencapaian manisnya adalah menyabet medali ASEAN Para Games 2022 di Hangzhou pada Oktober 2023 lalu.

Kini, Fadli tercatat sudah mengoleksi tiga medali emas di World Abilitysport Games (WAG) yang diadakan di Nakhon Ratchasima, Thailand pada 2023. Dia mengatakan, tidak menyerah untuk terus berkompetisi adalah kunci kebangkitannya.

"Jadi belajarlah menguasai kompetisi-kompetisi kecil, sehingga kita bisa menguasai kompetisi yang besar. Dan ya sampai ke titik ini, saya sempat ke titik yang saya berkompetisi dengan anak saya yang baru belajar jalan, karena pada saat itu saya belajar jalan juga, jadi memang harus sampai sekecil itu. Kata orang, hidup bukan sebagai kompetisi. Kalau kita punya anggapan seperti itu, kita dilindas sama orang lain," tutur Fadli.

Muhammad Fadli Immammuddin

"Karena kompetisi menurut saya artinya sangat bagus ya, karena kita bersaing lawan diri sendiri, melawan rasa malas, agar kita bisa bersaing dengan diri sendiri dan memenangkan kompetisi melawan diri sendiri," tutupnya sambil tersenyum.

(Wikanto Arungbudoyo)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement