Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Airbag Baju Pembalap MotoGP Lebih Cepat Dibanding Kedipan Mata Manusia?

Cahyo Yulianto , Jurnalis-Jum'at, 17 November 2023 |03:01 WIB
Benarkah Airbag Baju Pembalap MotoGP Lebih Cepat Dibanding Kedipan Mata Manusia?
MotoGP memiliki airbag (Foto: REUTERS)
A
A
A

BENARKAH airbag baju pembalap MotoGP lebih cepat dibanding kedipan mata manusia? hal ini mungkin menjadi pertanyaan sebagian orang mengingat airbag selalu terlihat tiba-tiba mengembang saat pembalap terjatuh.

Seperti diketahui, olahraga balap MotoGP menjadi olahraga otomotif yang jauh lebih berbahaya dibanding olahraga balap lain. Pasalnya, tidak ada pelindung pasti antara pembalap dengan lintasan.

Marc Marquez

Satu-satunya pelindung yang pembalap miliki agar terhindar dari cedera parah saat mengalami crash adalah baju mereka sendiri alias racing suit.

Untuk itu, racing suit pembalap MotoGP ini dilengkapi dengan perlengkapan pelindung lain seperti pelindung siku, punggung, lutut, hingga airbag. Airbag ini telah ada pada gelaran MotoGP sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun perangkat ini baru mulai diwajibkan untuk setiap pembalap pada 2018 silam.

Di awal pengembangannya, airbag ini bekerja secara independen dari sepeda motor itu sendiri. Pada versi awal, airbag dilengkapi dengan sebuah kabel yang dipasang pada badan sepeda motor.

Sistem kerjanya sama persis dengan mekanisme penghentian darurat pada treadmil. Dengan kata lain, saat pembalap MotoGP mengalami crash, maka ia harus menarik kabel untuk mengaktifkan sistem airbag dalam racing suitnya.

Seiring berkembangnya waktu, teknologi airbag semakin dikembangkan. Saat ini racing suit telah dilengkapi berbagai perangkat seperti akselerometer, giroskop, GPS, hingga airbag bersensor khusus yang mendeteksi jatuh.

Sensor ini berbasis kecerdasan buatan yang membuatnya bisa membedakan mana kejatuhan yang asli dan mana kejadian yang tidak terjadi.

Airbag

Airbag ini ditempatkan di sekitar punggung, bahu, dan tulang rusuk di bagian racing suit. Saat sensor mendeteksi jatuh, dua tabung gas dalam setelan itu akan segera mengisi airbag dengan udara.

Diperkirakan, proses hingga airbag mengembangnya airbag hingga mengembang sepenuhnya hanya memerlukan waktu 25 milidetik. Waktu ini sama saja dengan seperempat waktu yang diperlukan manusia untuk berkedip.

Dengan adanya airbag yang mengembang dengan kecepatan super ini, pembalap tidak akan khawatir mengalami cedera parah di area vital saat balapan. Namun meski begitu, balapan MotoGP tetap memiliki risiko yang sangat besar.

(Reinaldy Darius)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement