SEBANYAK lima peristiwa pindah tim MotoGP paling menghebohkan sepanjang masa akan dibahas di sini. Salah satu di antaranya berujung kegagalan untuk Valentino Rossi.
Pindah tim di MotoGP bukanlah perihal yang gampang. Sebab, setiap tim MotoGP biasanya hanya punya dua kursi di grid. Oleh karena itu, jika pindah, pembalap harus memastikan bahwa ada kursi kosong untuk tim yang akan didatanginya agar bisa tampil di grid.

Tidak semuanya berakhir sukses, banyak yang berujung kegagalan. Setidaknya, ada lima peristiwa pindah tim MotoGP paling menghebohkan sepanjang masa.
Berikut 5 Peristiwa Tim MotoGP Paling Menghebohkan Sepanjang Masa
5. Valentino Rossi ke Yamaha (2004)

Valentino Rossi menjadi andalan tim pabrikan Honda di masa-masa mudanya dengan memenangkan titel juara dunia dalam tiga musim balap. Namun, pada akhir tahun 2003, dia mengakhiri kerja samanya dengan Honda.
Rossi memutuskan untuk mulai membalap bagi Yamaha pada 2004. Itu menjadi keputusan yang tepat karena Rossi sukses merengkuh titel juara dunia pada 2004, 2005, 2008, dan 2009 di sana.
4. Maverick Vinales ke Aprilia (2021)

Maverick Vinales pindah ke Yamaha pada 2017. Pada musim debutnya, dia langsung menjadi kandidat juara dunia dan finis di peringkat ketiga pada klasemen akhir MotoGP pada musim itu.
Dia selalu menjadi kandidat juara itu semenjak saat itu namun tak pernah berhasil meraihnya. Pada 2021, Vinales mengalami kesulitan dan memutuskan untuk pindah ke Aprilia mulai musim 2022. Kariernya tidak secemerlang di Yamaha, namun Vinales perlahan mulai menemukan pijakannya di musim 2023 ini dengan meraih podium dua kali dari 11 seri.
3. Johann Zarco ke KTM (2019)

Johann Zarco menandatangani kontrak dua tahun bersama KTM pada awal 2019 silam. Namun, pembalap asal Prancis itu merasakan performa jeblok untuk motornya di KTM hingga menciptakan drama.
Dia begitu frustrasi pada masa-masanya d KTM hingga kehilangan harapan karena mengawali musim 2019 dengan buruk. Pada pertengahan musim, Zarco pindah ke LCR Honda.
2. Enea Bastianini ke Ducati Lenovo (2023)

Enea Bastianini tampil brilian bersama tim satelit Ducati, Gresini, pada musim 2022 dengan finis ketiga di klasemen akhir pembalap. Dia difavoritkan menjadi pengganti Jack Miller untuk berkendara bersama tim pabrikan untuk tahun berikutnya.
Namun, penunjukkan Bastianini memakan korban Jorge Martin dari Pramac Ducati, yang juga ingin menjadi rekan setim Francesco Bagnaia di tim pabrikan Ducati Lenovo. Setibanya di Ducati Lenovo, Bastianini yang digembar-gemborkan menjadi pesaing Bagnaia justru mengalami kemunduran luar biasa dalam performanya akibat cedera di seri pertama.
1. Valentino Rossi ke Ducati (2011)

Valentino Rossi menjadi juara dunia pada 2009, namun dia mulai terpinggirkan di Yamaha pada 2010 seiring dengan kedatangan Jorge Lorenzo. Dia gagal mempertahankan gelar juaranya pada 2010 dengan finis ketiga.
Lorenzo mulai menjadi andalan Yamaha dan menjadi juara dunia pada tahun 2010 itu. Hal itu mendesak Rossi untuk hengkang ke tim rival Ducati.
Namun, karier Rossi di Ducati sama sekali tidak berjalan baik. Dia hanya bertahan selama dua tahun di tim pabrikan Italia itu dan kembali ke Yamaha pada 2013.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.