MANTAN ganda campuran Indonesia, Edi Subaktiar, alami transformasi usai cerai dengan Gloria Widjaja dan terdegradasi dari Pelatnas PBSI. Kini, pria 29 tahun kelahiran Sidoarjo itu menjelma menjadi pelatih bulu tangkis.
Sekadar diketahui, Edi Subaktiar adalah mantan atlet bulu tangkis Indonesia yang berspesialisasi dalam ganda campuran dan ganda putra. Ia menjadi juara ganda campuran Junior Dunia 2012 yang berpasangan dengan Melati Daeva Oktaviani.

Di kompetisi internasional, Edi Subaktiar berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja di ganda campuran dan dengan Ronald Alexander di ganda putra. Edi Subaktiar merupakan jebolan PB Djarum yang bergabung sejak tahun 2008.
Saat masih berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja, Edi Subaktiar pernah bertengger di top 12 ranking BWF sejak dipasangkan di Pelatnas PBSI. Bahkan, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja sukses merengkuh sejumlah gelar juara seperti Makau Open 2014 dan Austria International 2015.
BACA JUGA:
Lalu di kejuaraan beregu, Edi Subaktiar juga berhasil mengantarkan tim bulu tangkis Indonesia meraih medali emas SEA Games 2017 di Kuala Lumpur. Nahasnya, dia mengalami cedera ACL saat bertanding di nomor perorangan SEA Games 2017 itu.
Alhasil, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja terpaksa mundur saat menghadapi Chan Peng Soon/Cheah Yee See. Kemudian, Edi Subaktiar memutuskan untuk melakukan operasi pada 14 Oktober 2017.
Pasca dioperasi, Edi Subaktiar mengalami penurunan performa hingga harus terdegradasi dari Pelatnas PBSI pada awal 2019. Dengan begitu, Edi Subaktiar terpaksa bercerai dengan Gloria Emanuelle Widjaja.
Setelah terdepak dari Pelatnas PBSI, Edi Subaktiar kembali ke PB Djarum. Luar biasanya, atlet asal Sidoarjo itu mengalami transformasi hebat dalam kariernya setelah cerai dengan Gloria Widjaja dan terdegradasi dari Pelatnas PBSI.