Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eng Hian Ungkap Penyebab Performa Apriyani Rahayu/Siti Fadia Masih Naik Turun

Andhika Khoirul Huda , Jurnalis-Jum'at, 03 Maret 2023 |03:03 WIB
Eng Hian Ungkap Penyebab Performa Apriyani Rahayu/Siti Fadia Masih Naik Turun
Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Foto: PBSI)
A
A
A

JAKARTA – Pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti saat ini adalah ganda putri terbaik Indonesia. Sayangnya, Apriyani/Siti yang kerap dijagokan justru gagal tampil baik karena performa mereka yang masih belum konsisten.

Menurut pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, alasan utama Apriyani/Siti masih naik turun performanya karena faktor mental. Tentunya masalah mental itu tak dimiliki Apriyani yang sudah berpengalaman saat duet bersama Greysia Polii.

Berdasarkan pemaparna Eng Hian, masalah mental itu ada di diri Siti. Ia melihat Siti Fadia masih belum bisa menguasai beban dan ekspektasi tinggi yang ada di pundaknya.

Alhasil, masalah mental itu mempengaruhi permainan Siti Fadia di lapangan. Otomatis permainan Apriyani dan Siti pun kurang maksimal sehingga performa mereka juga ikut naik turun.

Apriyani Rahayu/Siti Fadia

“Masalah beban yang masih belum bisa ditangani oleh Fadia. Jadi waktu turnamen pertama di bulan Juni, mereka tanpa beban dan target dan masih penjajakan, tapi tiba-tiba mereka bagus. Lalu ekspektasi orang berubah, ekspektasi pengurus dan pelatih, dan mereka sendiri jadi berubah,” kata Eng Hian kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2023).

“Ini yang Fadia harus adjust lagi, adaptasi lagi. Bagaimana menangani adaptasi ini. Kalau tekanan itu semua pasti ada. Menang dan kalah. Ini yang masih harus Fadia untuk menbiasakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Eng Hian menegaskan bahwa ini adalah masalah mindset dan mental dari pemain berusia 22 tahun itu. Ketika kedua hal itu tak bisa dijaganya saat bertanding, maka kemampuan terbaiknya tak terlihat.

“Iya ini soal mindset, jadi bukan masalah teknis. Kami sudah ngobrol. Di latihan dia punya kapasitas di atas rata-rata, di atas 9 atau 10 untuk kemampuan,” ujar pelatih berusia 45 tahun itu.

“Tapi pada saat turnamen, saat dia tidak bisa menjaga pikiran dan mentalnya, kemampuannya yang keluar cuma 30 persen. Itu yang jadi masalahnya dalam turnamen,” imbuhnya.

Tentunya PBSI segera mencari solusinya. Salah satunya Eng Hian meminta bantuan dari psikolog. Saat ini, Fadia tengah menjalani latihan agar bisa meningkatkan kekuatan mentalnya untuk menangani beban dan ekspektasi besar yang melekat padanya sekarang.

Apriyani Rahayu/Siti Fadia

“Jadi ya kita perlu bantuan psikolog. Ini kan ada latihannya. Jadi tidak hanya latihan di lapangan,” sambung pelatih kelahiran Solo itu.

“Latihan untuk mindset, bagaimana menguasai ketegangan, itu ada latihannya. Kalau dibilang tekanan dan tegang setiap orang ada, bahkan seperti Roger Federer atau Nadal kalau tegang ya tegang saja, tapi bagaimana dia mengurangi ketegangan itu secepat mungkin pada saat di lapangan. Nah, untuk Fadia ini masih diberikan latihan-latihan,” tutupnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement