“Bisalah (Pramel bersaing ke Olimpiade). Semoga setelah IM (Indonesia Masters) mereka punya gambaran. Karena di IM, saya enggak mau ‘Wah lo harus balik ya, harus final ya, harus juara.’ Main nyaman dulu saja dengan kondisinya dia,” jelas mantan pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI itu.
“Semua musuh kan tahu kondisinya dia, dia habis operasi, apa yang harus dia hadapin, seandainya di level atas dia banyak kalahan. Kita sebagai manusia kan pasti nge-down, kita kasih dia kesempatanlah untum main dulu di IM,” sambungnya.

“Selanjutnya ke depan kan kita sebagai pelatih gampanglah. Kita latih beneran, kasih kesempatan tanding, hasil yang bisa menentukan dia layak atau tidak (ke Olimpiade),” imbuh Vita Marissa.
“Tapi, memang enggak ada yang sempurna. Pasti namanya pemain ada naik turun, jadi kalau berharapnya juara, selalu di atas itu enggak mungkin. Tapi bagaimana caranya agar dia konsisten aja gitu. Jadi dia bisa naik, semi atau juara. Kita kasih kesempatan itu untuk Praveen/Melati,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)