Jarvis kemudian mengakui Yamaha sudah memiliki rencana meningkatkan tenaga mesin 2022. Namun, pada akhirnya, rencana itu dibatalkan, karena khawatir dengan daya tahan dapur pacu yang meragukan.
“Kami sangat sibuk mengembangkan mesin 2022, dengan level performa yang berbeda. Tetapi, pada akhirnya kami harus mengevaluasi lagi rasio antara peningkatan performa dengan faktor daya tahan,” jelas Jarvis.

“Jika tidak dapat menjamin daya tahan yang 100 persen, maka harus mulai mempertanyakannya,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.