Share

Raih 4 Medali Emas ASEAN Para Games 2022, Ini Kisah Atlet Indonesia Fredy Setiawan

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2022 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 43 2643203 raih-4-medali-emas-asean-para-games-2022-ini-kisah-atlet-indonesia-fredy-setiawan-8o23nfjdG7.jpg Kisah Fredy Setiawan terjun ke dunia para bulu tangkis (Foto: MPI/Andika Rachmansyah)

SOLO - Atlet para bulu tangkis Indonesia, Fredy Setiawan, meraih empat medali emas ASEAN Para Games 2022. Dia pun menceritakan kisahnya di dunia para bulu tangkis.

Fredy merupakan salah satu atlet andalan Tanah Air yang sukses menyabet meraih perunggu Paralimpiade Tokyo 2020. Di balik itu, Fredy mengaku telat berkarier di olahraga tepok bulu.

Ilustrasi bulu tangkis (Foto: MNC Media)

Sekadar informasi, Fredy merupakan salah satu atlet para bulu tangkis Indonesia yang ambil bagian di ASEAN Para Games 2022. Tampil di kelas SL4, prestasi Fredy pada edisi kali ini tidak main-main.

Atlet berusia 31 tahun itu memborong empat medali emas. Keempat medali emas itu diraih di nomor beregu, tunggal, ganda putra, dan ganda campuran.

Terlepas dari itu, MNC Portal Indonesia (MPI) ingin tahu lebih dalam mengenai kisah Fredy si peraih perunggu Paralimpiade Tokyo 2020. Dia bercerita, bahwa dirinya memang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir.

Fredy juga sempat minder dengan kondisi fisiknya itu. Akan tetapi, keluarga menjadi motivasi Fredy untuk bangkit.

"Saya dari lahir memang sudah seperti ini. Jadi, dari lahir itu, telapak kaki saya ke atas semua. Terus operasi waktu umur 1 tahun kalo tidak salah. Jadinya, ya, kayak gini sampai sekarang. Minder pasti ngerasain, tapi yang bikin bangkit itu keluarga. Sebab, mereka selalu dukung sehingga saya mampu bangkit," kata Fredy kepada MPI.

Lebih lanjut, dia sama sekali tidak tertarik dengan bulu tangkis karena lebih menyukai sepak bola. Fredy bahkan mengaku baru terjun ke dunia tepok bulu saat SMP.

"Main bulu tangkis itu baru pas kelas 3 SMP. Itu aja karena ada ekskul di gereja, saya disuruh ikut, ya, udah lama-lama suka. Setelah suka, baru saya dimasukin ke klub Purnama di Solo," ujarnya.

"Bahkan, pas, kelas 3 SMP itu, baru belajar pegang raket, ya, itungannya sudah terlambat. Tapi, karena dukungan orang tua juga, kalau bukan karena dukungan orang tua, saya tidak mau, sih, soalnya saya sukanya itu sama sepak bola, tidak pernah suka main bulu tangkis," jelasnya.

Sejak saat itu, karier bulu tangkisnya melesat dan dilirik oleh NPC. Fredy pun langsung menyabet dua medali emas pada turnamen level pelajar.

Ilustrasi bulu tangkis (Foto: Shutterstock)

"Dari situ, baru ada NPC cari atlet buat ikut kompetisi level pelajar pada 2007. Kalau tidak salah, di Bekasi. Saat itu, saya dapet medali emas. Terus 2009, ikut lagi level pelajar dan dapet emas juga," ucapnya.

Setelah itu, dia mulai menjalani ajang internasional pertamanya di ASEAN Para Games 2011. Pada debutnya, Fredy menyabet satu medali emas dan dua perunggu. Dia bahkan mampu meraih perunggu Paralimpiade Tokyo 2020 di sektor tunggal putra SL4.

"Saya ingin berpesan untuk jangan kecewa dengan keadaan, kalian harus tetap berjuanhg apa pun itu, pilihan yang menurut kalian terbaik. Sebab, kita tidak akan tahu ke depannya akan seperti apa, jadi kerjakan saja yang ada selebihnya biar Tuhan yang atur," pungkas Fredy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini