Kendati demikian, Fajar masih kecewa karena gagal memberikan poin. Namun, ia tak memungkiri jika permainan Koga/Watanabe lebih baik ketimbang dirinya dan Rian.

“Kami kecewa tidak bisa sumbang poin untuk tim. Kami sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi lawan memang lebih baik. Saat unggul 11-8 di gim ketiga, kami malah banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu membuat lawan makin percaya diri dan bisa bangkit,” kata Fajar pada rilis resmi PBSI.
Hal tersebut pun juga diucapkan oleh Rian. Ia mengakui jika dirinya dibuat tertekan oleh permainan Koga/Watanabe, sehingga akhirnya harus menelan kekalahan.
“Saya dan Fajar pun sebenarnya sudah berusaha maksimal. Saat di gim ketiga saat unggul 11-8, kami malah jadi kehilangan 3 poin secara beruntun. Permainan mereka kembali balik dan makin percaya diri,” ujarnya
“Kami jadi tertekan dan susah untuk bangkit dan kembali menemukan pola permainan terbaik. Serangan tadi memang lebih terarah ke Yuta, karena penampilan Koga penuh percaya diri. Dia main bagus. Pelatih pun sudah menginstruksikan untuk terus mencecar terus Yuta,” tutur Rian.
Selanjutnya perjuangan tim bulu tangkis putra Indonesia akan berlanjut di Final Piala Thomas 2022, Tim Merah-Putih bakal bersua India di final pada Minggu 15 Mei 2022 pukul 13.00 WIB.
(Hakiki Tertiari )
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.