Share

Juara Badminton Asia Championship 2022, Pramudya/Yeremia Termotivasi Kesuksesan Bagas/Fikri di All England

Muammar Yahya Herdana, Jurnalis · Senin 02 Mei 2022 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 02 40 2588296 juara-badminton-asia-championship-2022-pramudya-yeremia-termotivasi-kesuksesan-bagas-fikri-di-all-england-aWbtwlBsDk.jpg Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan juara Badminton Asia Championship 2022. (Foto: Humas PBSI)

MANILA – Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, menyabet gelar juara di ajang Badminton Asia Championship 2022 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2022. Pramudya/Yeremia pun mengaku termotivasi atas kesuksesan rekan senegaranya, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, yang menjadi juara di All England 2022.

Pramudya/Yeremia mampu menaklukan pasangan dari Malaysia, Aaron Chia/ Soh Wooi Yik, di babak final Badminton Asia Championship 2022. Berlaga di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Minggu 1 Mei 2022, pasangan rangking 22 dunia itu mampu menang dua game langsung dengan skor 23-21 dan 21-10.

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

BACA JUGA: Juara Badminton Asia Championship 2022, Pramudya/Yeremia Dapat Ucapan Selamat dari Presiden Jokowi

Tentu saja, hasil tersebut sangat memuaskan bagi Pramudya/Yeremia di salah satu kejuaraan bergengsi. Dengan konsistensi yang telah ditunjukkan sejak babak pertama, pasangan ranking 22 dunia itu pun sukses mendapatkan medali emas.

BACA JUGA: Hasil Lengkap Final Badminton Asia Championship 2022: Pramudya/Yeremia Berjaya, China Juara Umum

Rupanya, keberhasilan Bagas/Fikri di All England 2022 memberikan motivasi lebih bagi Pramudya/Yeremia di Badminton Asia Championship 2022. Pasalnya, mereka juga ingin menunjukan kemampuannya.

"Kami melihat Bagas/Fikri luar biasa mampu juara All England. Kami termotivasi dari sana dan ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa," ungkap Pramudya , dilansir dari rilis resmi PBSI, Senin (2/5/2022).

Meski sukses meraih medali emas, Pramudya/Yeremia pun pantang merasa puas. Mereka pun bertekad menjadikan momentum tersebut untuk kembali menunjukkan kemampuannya di turnamen berikutnya.

Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri

"Semoga gelar ini menjadi pacuan kami untuk lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya dan bisa konsisten," sambung Yeremia.

Sebenarnya, Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan medali emas dari pemain tunggal putra, Jonatan Christie. Namun, pemain berusia 24 tahun itu harus takluk dari pasangan Malaysia, Lee Zii Jia, dengan skor 17-21 dan 21-23, di babak final.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini