Share

Juara Badminton Asia Championship 2022, Pramudya Kusumawardana Blak-blakan Cerita Motivasi Besarnya Jawab Keraguan sang Ayah

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2022 06:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 40 2589426 juara-badminton-asia-championship-2022-pramudya-kusumawardana-blak-blakan-cerita-motivasi-besarnya-jawab-keraguan-sang-ayah-M4Y0FFxTA9.jpg Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan juara Badminton Asia Championship 2022. (Foto: Humas PBSI)

JAKARTA – Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, sukses menyabet gelar juara Badminton Asia Championship 2022. Gelar ini pun menjadi spesial bagi pasangan tersebut, khususnya Pramudya Kusumawardana yang ingin menjawab keraguan sang ayah.

Baru-baru ini, Pramudya sukses meraih gelar bergengsi bersama pasangannya di ganda putra, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, sebagai juara Asia 2022 di Manila, Filipina. Gelar membanggakan tersebut kemudian Pramudya dedikasikan kepada almarhum ayahnya yang telah meninggal dunia pada 2021.

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Melalui unggahanya di Instagram beberapa hari lalu, pemain kelahiran Sukabumi itu mempersembahkan gelar kepada mendiang ayahnya karena ingin membuktikan diri bisa menjadi juara di kompetisi tingkat tinggi. Sebab, semasa sang ayah hidup, keberhasilan Pram -sapaan akrab Pramudya- tidak pernah diakui, bahkan kemampuannya sering diragukan.

“Sebenarnya motivasi saya ingin menunjukkan kepada papa kalau saya bisa bersaing di level tinggi. Karena dulu, dia pernah bertanya apakah saya bisa bersaing di level tinggi di saat saya sedang di posisi terendah. Jadi, itu salah satunya,” ungkap Pramudya saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

Secara khusus, Pramudya pun mengakui bahwa ia sejatinya tidak memiliki kedekatan istimewa dengan almarhum ayahnya yang mendidiknya secara keras. Pengakuan itu sempat ia lontarkan kepada tim MNC Portal Indonesia pada akhir tahun lalu saat bertemu di ajang Indonesia Badminton Festival 2021 di Bali.

“Saya sama keluarga saya itu sebenarnya tidak terlalu dekat. Sering berantem juga. Jadi, papa tuh mendidik saya keras gitu,” ucap Pramudya secara singkat kala itu.

BACA JUGA: Juara Badminton Asia Championship 2022, Pramudya/Yeremia Senang Ikuti Jejak Kido/Hendra

Bahkan, didikan keras sang ayah masih membekas dalam benak Pramudya. Secara terinci, ia menjelaskannya dalam sebuah video dokumenter di akun Youtube Kabizza Fest Kota Sukabumi, yang diunggah beberapa bulan lalu.

Pramudya mengatakan sempat merasa kesal karena sepanjang kariernya di dunia bulu tangkis, tidak pernah mendapat apresiasi dari sang ayah. Padahal di satu sisi, Pramudya sangat mengharapkan ada rasa bangga dari seorang ayah yang disampaikan kepada dirinya ketika tampil sebagai juara.

BACA JUGA: Usai Juara Badminton Asia Championship 2022, Pramudya/Yeremia Incar Medali Emas SEA Games 2021

“Dia itu seringnya kalau saya juara suka ngomongnya bukan selamat, tapi belum apa-apa. Gitu doang. Dia enggak pernah ngomong kayak, ‘Saya bangga sama kamu, kamu sudah bagus’. Enggak, enggak pernah dia ngomong begitu. Jadi, setiap saya menang, ‘Alah belum apa-apa, latihan lagi’,” ucap Pramudya dalam video dokumenter tersebut.

“Tapi, itu yang bikin saya terus improve diri saya supaya papa itu senang. Saya mau dibilang bangga sama papa. Tapi, lama-kelamaan saya enggak bakal dapat itu dari papa. Jadi ya sudah, tetapi saya harus improve terus. Lebih bagus sih lebih kuat jadinya,” sambungnya.

Bahkan, ketika Pramudya menjuarai Spanyol Masters 2021 bersama Yeremia, ia masih mendapat pesan dari sang ayah bahwa prestasinya belum apa-apa. Sayangnya, belum sempat Pramudya menunjukkan prestasi yang lebih tinggi lagi, sang ayah sudah tiada.

“Setelah saya juara (Spanyol Masters 2021), saya balik ke Indonesia, baru diucapin. Terakhir sih ngomongnya, ‘Selamat ya dek, tapi itu belum apa-apa,’ gitu aja ngomongnya. ‘Iya Pa,’ saya jawab gitu,” terang Pramudya, masih dalam video dokumenternya.

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

“Tapi, yang baru saya sadari adalah orangtua, karena saya kehilangan papa. Jadi karena dia kan keras orangnya, ibu saya juga sama. Awalnya tuh kesal sama mereka, terlalu keras sama saya. Tapi, ke sini-sini, saya flashback. Mungkin kalau enggak dikerasin, saya sudah enggak kuat kali ya ngelewatin tantangan-tantangan di bulu tangkis. Jadi mungkin, dia menyiapkan saya lebih kuat,” lanjutnya.

Kini, salah satu penyesalan terbesar yang dirasakan Pramudya adalah sang ayah tidak bisa menyaksikannya secara langsung dirinya tampil sebagai juara di turnamen level atas. Padahal, ia ingin sekali membuat ayahnya merasa bangga atas prestasinya, termasuk saat meraih gelar sebagai juara Asia 2022.

"Setelah papa enggak ada, bedanya enggak ada yang memberi pressure. Karena papa itu biasanya memberi saya pressure, pas masa-masa sulit dulu bilang, 'Kamu bisa enggak main di top level?’ Di situ saya mikir, papa itu meragukan saya apa gimana?” kali ini ungkapan Pramudya kepada MNC Portal Indonesia saat ditemui di Indonesia Badminton Festival 2021.

“Tapi ya itu jadi motivasi untuk saya. Makanya agak ada penyeselan sedikit, maksudnya sekarang sudah main di top level, tapi dia enggak bisa melihat langsung,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini