TAVULLIA – Jelang MotoGP 2022, pembalap Tim Mooney VR46, Luca Marini terus menggenjot persiapan. Tak hanya itu, Marini juga ingin mengembangkan dirinya menjadi sosok yang lebih baik lagi.
Menariknya untuk mewujudkan hal itu, Marini mengaku sampai mencoba meniru apa yang dilakukan Lewis Hamilton di Formula One (F1). Sebab bagi Marini, Hamilton adalah pembalap yang dapat terus berkembang menjadi sosok yang lebih baik setiap tahunnya.
Saat ini, Marini pun tengah mempersiapkan mental dan fisik menjelang bertarung di MotoGP 2022. Adik tiri Valentino Rossi itu tidak hanya berusaha menyesuaikan diri dengan motornya, melainkan juga bagaimana caranya mengembangkan dirinya.

Untuk itu, Marini ingin mencontoh Hamilton. Menurutnya, juara dunia F1 tujuh kali itu tidak pernah puas dengan pencapaiannya dan terus berkembang. Hal ini membuat Marini termotivasi untuk mengikuti jejaknya.
“Itu sulit dan menegangkan, dengan paket teknis tanpa level itu sulit dan tidak ada ketenangan atau ketenangan, itu tidak mudah. Tahun ini saya punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengerjakan motor, saya lebih menikmatinya,” kata Marini dinukil dari Motosan, Minggu (27/2/2022).
“Yang penting adalah terus meningkatkan dan tidak pernah merasa bahwa Anda telah tiba. Contohnya adalah Lewis Hamilton, sangat bagus bagaimana dia selalu berhasil bekerja pada dirinya sendiri untuk melakukan lebih banyak dan lebih banyak lagi,” sambungnya.
Meski begitu, Marini mengatakan apa yang dilakukan oleh Hamilton di F1 akan sulit diterapkan di MotoGP. Sebab, menurutnya para pembalap di MotoGP selalu menunjukkan perkembangan pesat. Ia pun berusaha menyesuaikan diri dengan motornya.

“MotoGP itu sulit, saya harus memperhatikan detailnya, setiap pembalap selalu berkembang pesat, begitu juga dengan diri saya sendiri. Saya bekerja keras untuk beradaptasi dengan Ducati, tetapi saya juga bisa menyesuaikan Ducati dengan apa yang saya butuhkan,” ujarnya.
Mental yang kuat memang dibutuhkan di ajang balapan MotoGP. Sebab tekanan dari para pesaing dan penggemar kerap mempengaruhi daya juang dari si pembalap.
(Rivan Nasri Rachman)