MADRID – Pembalap Aprilia Racing, Maverick Vinales, menerima kritikan dari mantan timnya, Monster Energy Yamaha. Terkait kritikan yang muncul dari Yamaha usai perpisahannya di pertengahan MotoGP 2021, Vinales pun memberi respons.
Sebagaimana diketahui, Vinales menghabiskan 5,5 tahun dengan Yamaha, sebelum bergabung dengan Aprilia di pertengahan musim 2021. Padahal, pembalap asal Spanyol itu masih memiliki kontrak dengan pabrikan asal Jepang hingga akhir musim MotoGP 2022.

Hubungan tak baik keduanya bermula di awal musim MotoGP 2021, Vinales hanya finis di urutan paling akhir di Sachsenring, Jerman. Namun, Vinales berhasil menjadi finis kedua saat di Assen, Belanda.
BACA JUGA: Habis Akhir Musim MotoGP 2022, Kontrak Baru Fabio Quartararo Prioritas Utama Yamaha
Meski berhasil tampil baik, Yamaha memberikan skorsing kepada Vinales akibat melakukan perubahan motornya secara ilegal di MotoGP Styria. Akibatnya, Vinales memutuskan hengkang dan bergabung ke Aprilia di sisa musim lalu.
Bahkan Bos Yamaha, Lin Jarvis, sempat mengatakan Vinales memiliki kualitas untuk menjadi juara, tetapi tak memiliki mental pemenang. Menanggapi hal ini, Vinales memilih diam.
“Saya pikir diam adalah jawaban terbaik. Hanya beberapa orang saja mengetahui apa yang terjadi di sana,” kata Vinales dikutip Tutto Motori, Sabtu (19/2/2022).

“Saya berjumpa banyak orang yang baik dan buruk. Pengalaman membentuk saya menjadi seperti ini,” sambungnya.
Pada 2022, Vinales akan menjalani musim penuhnya secara perdana bersama Aprilia di MotoGP. Balapan pertama akan berlangsung pada MotoGP Qatar, awal Maret mendatang.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.